Home Ekonomi Pemakzulan Trump Berdampak Positif, Namun Patut Diwaspadai

Pemakzulan Trump Berdampak Positif, Namun Patut Diwaspadai

Jakarta, Gatra.com - Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani menilai pemakzulan Trump berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.

"Gini, problem cuma nilai tukar. Kalau ada problem di Amerika kita biasa malah diuntungkan karena rupiahnya ke kita. Kalau dulu malah trump bikin policy, bunganya tinggi malah dollarnya ke sana, malah rupiahnya melemah," katanya kepada awak media di ITS Tower, Jakarta, Jumat (21/12).

Aviliani menganggap itu sebagai menyebabkan investor menanamkan uangnya di Indonesia. Demonstrasi yang berlarut-larut di Hongkong dan pelemahan ekpnomi Singapura menyebabkan semakin banyak arus modal yang masuk masuk ke Indonesia (capital inflow). Namun, hal tersebut perlu pula diwaspadai oleh pemerintah.

"Yang harus kita waspadai adalah ketika dana itu masuk besar-besaran, rupiah menguat. Kita harus waspadai dana jangka pendek dalam bentuk portofoilio relatif gampang masuk dana keluar. Kalau ada negara yang memberikan sweetener (insentif), biasanya dana tersebuat akan keluar besar-besaran," terangnya.

Karena itu, lanjut Aviliani, Indonesia perlu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar rupiah tidak melemah lebih dalam dibandingkan asumsi ekonomi makro yang ada, yaitu paling rendah Rp 14.400 berdasarkan proyeksi indikator Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Caranya dengan manajamen resiko.

"Dari sisi protofolio bagaimana ditransmisikan pada sektor bentuk devisa, baik dari ekspor industri maupun pendapatan yang tidak langsung pada industri," tambahnya.

Aviliani mengatakan pemerintah perlu serius membangun sektor pariwisata, meningkatkan investasi ke luar negeri, serta mendorong pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang memiliki ketrampilan dan keahlian menengah (middle skill).

Langkah antisipasi lain yang dapat dilakukan pemerintah adalah lebih aktif melakukan perundingan dagang untuk mengamankan dan memperluas pasar ekspor Indonesia.

"Era Trump diikuti berbagai negara melakukan proteksi. Jadi kita harus mengarah G to G, global value chain, maka industri kita harus berubah tatanan industri ke global value chains (rantai pasok global)," katanya.
 

129

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR