Home Kebencanaan Kerap Banjir, Palembang Butuh Tambahan Ruang Terbuka Hijau

Kerap Banjir, Palembang Butuh Tambahan Ruang Terbuka Hijau

Palembang, Gatra.com – Musim hujan telah tiba, dalam beberapa pekan terakhir Palembang mengalami banjir di sejumlah titik. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menilai, kota Palembang membutuhkan tambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Direktur Walhi Sumsel, Khairul Sobri menyatakan kota Palembang membutuhkan penanganan banjir yang terintegritas. Ancaman kerusakan ekologis yang melanda ibu kota Provinsi Sumsel ini terus berulang setiap tahun, yakni pada musim kemarau menjadi daerah yang terpapar asap dan pada musim hujan mengalami banjir.

“Pemerintah kota hendaknya memahami ini sebagai kerusakan ekologis yang serius dan berimbas kepada masyarakatnya,” ujarnya, Minggu (22/12).

Dia mengkritik anggaran pemerintah dalam membangun RTH yang mencapai Rp5,5 miliar yang masih belum berimbas banyak terhadap perbaikan pengendalian banjir di Palembang. “Pemerintah membuat RTH dengan dana sebesar Rp 5,5 Miliar di dua tempat, di bawah Jembatan Musi II Kecamatan Gandus sebesar Rp 3,1 Miliar dan Simpang PDK Jalan Soekarno Hatta Kecamatan Sukarami Palembang sebesar Rp.2,4 miliar, tapi dua kecamatan itu kerap juga masih banjir,” terangnya. Walhi merilis empat kecamatan yang kerap banjir yakni Kecamatan Gandus, Seberang Ulu, Ilir Timur II dan Ilir Timur III.

Berdasarkan pasal 29 ayat 2 UU nomor 26 tahun 2007 mengenai Penataan Ruang dinyatakan jika proprosi ruang terbuka hijau pada wilayah kota setidaknya 30% dari luas wilayah kota keseluruhan. Jika luas Palembang mencapai 40.061 hektar (ha) maka dibutuhkan setidaknya 12.018 Ha ruang terbuka hijau di kota Palembang.

Selain RTH, Khairul juga mengkritik mengenai kolam retensi yang berfungsi menampung (drainase) masih belum maksimal dalam manajemen banjir di kota Palembang. Jika kebutuhannya, Palembang membutuhkan kolam retensi mencapai 77 kolam.

“Saat ini, Palembang baru memiliki 28 kolam saja. Karena itu, Palembang sangat membutuhkan Integrated Flood Managemen (Manajemen Banjir Terpadu) dalam mengurangi resiko bencana, mengembangkan adaptasi bencana, memulihkan area rawa, perbaikan sistem jaringan sungai sekaligus memastikan tidak ada lagi, bangunan tanpa adanya analisis AMDAL,” terang ia.

Menaggapi ini, Sekda kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan Palembang tengah mempersiapkan diri di musim hujan dalam manajemen kelola air yang masuk baik melalui aliran anak sungai atau hujan. Palembang juga sudah bersiap dengan pompanisasi Sungai Bendung.

“Mengenai ruang terbuka hijau juga akan ditambah,” ujarnya saat meninjau ujicoba pompanisasi Sungai Bendung belum lama ini.

410