Home Kebencanaan BKSDA Cek Dugaan Harimau Sumatera Masuk di Kampus Unsri

BKSDA Cek Dugaan Harimau Sumatera Masuk di Kampus Unsri

Palembang, Gatra.com – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel melakukan pengecekkan terhadap informasi dugaan munculnya harimau sumatera di kawasan lahan riset penelitian Fakultas Pertanian, Unsiversitas Sriwijaya (Unsri).

Kepala BKSDA, German Suhefti Hasibuan mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari pihak Unsri di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir terkait informasi dugaan tersebut. Laporan tersebut ditindak lanjuti dengan menurunkan tim guna mengencek lokasi dan kawasan sekitarnya.

“Kami sudah terima laporannya dan turun tim. Kawasan yang dimaksud, yakni  lokasi riset pertanian Unsri yang memang bertopografi banyak tanaman, namun daerah itu bukan wilayah jelajah harimau, (bukan kantong harimau). Jaraknya jauh dari lokasi ruang hidup harimau, lebih daria 80 km,” ujarnya dihubungi Gatra.com.

Ditambahkan German, pihaknya selain mengecek juga akan melakukan tindakan pemantauan seperti halnya memasang kamera trap di sejumlah titik. Sebelumnya, BKSDA telah memasang puluhan kamera di sejumlah titik pantau di kabupaten Muara Enim, Lahat dan Pagar Alam. Ketiga lokasi tersebut ialah lokasi yang terdapat konflik harimau sehingga mengakibatkan korban jiwa dan korban luka-luka.

baca juga : https://www.gatra.com/detail/news/463866/kebencanaan/konflik-harimau-sumatera-mengarah-ke-luar-hutan

Informasinya, masyarakat di wilayah Ogan Ilir (OI) dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) juga melaporkan munculnya harimau Sumatera yang melintas di sejumlah lokasi tersebut. Dari dua lokasi yang dilaporkan munculnya harimau sumatera ini, belum terjadi konflik harimau dengan manusia.

Berdasarkan datanya, korban jiwa dan luka-luka akibat konflik dengan harimau Sumatera terjadi di Tugu Rimau Gunung Dempo, 16 November lalu dengan korban mengalami luka, 17 November di Desa Pulau Panas Kecematan Tanjung Sakti Pumi Kabupaten Lahat, korban tewas di lokasi kejadian. Awal bulan Desember yakni, 2 Desember di Desa Rimba Candi, kota Pagar Alam, konflik harimau mengakibatkan luka dan warga sempat melihat anak harimau di lokasi tersebut, tiga hari berselang di Desa Tebat Benewa, Kecematan Dempo Selatan, kota Pagar Alam, korban tewas.

Sepekan setelahnya, 12 Desember di Dusun Rekimai, Desa Pajar Bulan korban tewas setelah berkonflik dengan harimau Sumatera. Pada 22 Desember, di Desa Fajar Bulan Kecamatan Mulak Ulu di lokasi kebunnya, seorang warga tewas diduga menjadi korban konflik dengan harimau dan pada akhir tahun di Desa Talang Tinggi, Kecematan Semendo Dempo Laut seorang warga tewas setelah berkonflik dengan harimau sumatera.

375