Home Ekonomi Dampak Pembangunan JJLS, Omzet Pedagang Pasar Turun 50 %

Dampak Pembangunan JJLS, Omzet Pedagang Pasar Turun 50 %

Cilacap, Gatra.com – Pembangunan jalan nasional Jalur Jalan Lintas Selatan Selatan (JJLS) ruas Kedungreja-Bantarsari sepanjang lima kilometer berdampak negatif terhadap para pedagang di pasar tradisional Cisumur, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah. Semua pedagang pasar mengalami penurunan omzet lebih dari 50 persen.

Seorang pedagang sayur, Suparno mengatakan sejak dibangunnya JJLS terjadi penurunan omzet harian. Pasalnya, pada musim kemarau jalan berdebu tebal saat dilintasi kendaraan atau tertiup angin. Dampak lebih parah terjadi pada musim hujan ini. Jalan nyaris tak bisa dilalui karena tertutup lumpur tebal.

Dampaknya, para pelanggan yang berasal dari desa-desa di sepanjang JJLS enggan ke pasar Cisumur. Sebab, jalan ini berbahaya dilintasi oleh sepeda motor karena licin dan banyak kubangan lumpur.

“Ya jadi ini jalannya jadi mengurangi pendapatan. Kalau nggak seperti ini, yang kemarin-kemarin nggak seperti ini (sepi). Ini kan sekarang jadi sepi,” katanya.

Akibatnya, ia mengalami penurunan omzet mencapai 50 persen. Sebelum terdampak pembangunan JJLS, omzet sehari mencapai Rp1,5 juta. Namun, akibat pembangunan ini, omzet harian hanya kisaran Rp500.000 hingga Rp600.000 per hari.

“Terutama karena jalan rusak, jadi (konsumen) malas ke pasar. Kalau biasanya (omzet) sampai Rp1,5 juta, ini sekarang separuh saja tidak sampai,” ucapnya.

Senada dengan Suparno, pengurus Pasar Cisumur yang juga pedagang, Imam Prayitno mengemukakan, dampak jalan rusak menyebabkan pelanggan enggan ke pasar. Sama dengan Suparno, ia juga mengalami penurunan omzet lebih dari 50 persen. Dia mengatakan, semua pedagang mengalami penurunan yang sama.

“Ya jelas menurun. Semuanya menurun. Pedagang sayur, ayam, toko kelontong, semuanya menurun,” kata Suparno.

Sebab itu, ia berharap agar pelaksana pembangunan proyek JJLS segera melakukan langkah untuk mengurangi dampak negatif pembangunan JJLS. Dia juga berharap agar pemerintah mengawasi pembangunan agar dampak negatifnya tak terlalu besar ke warga.

“Harapan kami semoga ini segera diselesaikan lah. Karena sudah lama dampaknya kami rasakan,” tandas Suparno.

397