Home Ekonomi Tak Ada Panic Buying, Stok Beras Jateng Aman 7 Bulan Kedepan

Tak Ada Panic Buying, Stok Beras Jateng Aman 7 Bulan Kedepan

Semarang, Gatra.com - Panic buying atau terjadinya pembelian dalam skala besar komoditi beras imbas merebaknya virus Corona tak terjadi di Jawa Tengah. Stok beras juga aman terkendali.

Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah mencatat, stok beras yang ada di sejumlah gudang Bulog Kanwil Jateng mencapai 107.076 ton.

Kepala Perum Bulog Kanwil Jateng, Basirun mengatakan, di Jateng tidak ada kepanikan pembelian sembako besar-besaran. Bahkan stok masih tetap aman. Sedangkan dilihat dari serapan beras secara harian pada beberapa hari ke belakang pun masih stabil.

"Isu Corona di Jateng tidak ada pengaruh kepanikan atau rush sembako, sehingga stok beras masih aman-aman saja," katanya, Jumat (6/3).

Basirun menjelaskan, Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras terealiasi rata-rata 500 ton per hari. Sehingga stok beras yang ada masih sangat mencukupi untuk 7 hingga 8 bulan ke depan.

"Stok beras saat ini masih 107.076 ton. Masih sangat besar, dan tersebar di 4 kantor cabang, yakni di Semarang 37.865 ton, Pati 17.802 ton, Surakarta 20.032 ton, dan Pekalongan 31.377 ton," katanya, Jumat (6/3/2020).

Dari data tersebut, menurutnya, stok beras yang tersedia termasuk masih terlalu besar. Hal ini mengingat pada bulan April hingga Juni diprediksi memasuki musim panen,

"Kalau musim panen raya, otomatis serapan dan permintaan dari masyarakat terhadap beras Bulog akan turun, sehingga ketahanan stok bisa lebih lama lagi," ungkapnya.

Meski begitu, bagi para petani tak perlu khawatir akan kemampuan penyerapan BULOG atas hasil panen petani. Hal itu dilihat dari harga gabah kering panen di pasaran saat ini masih di atas Rp5.000/kg. Sedangkan HPP gabah kering panen hanya Rp4.070/kg.

"Kondisi tersebut menunjukkan jika saat panen tiba, kemampuan pasar untuk menyerap hasil panen petani masih cukup baik," katanya.

148