Home DPD RI News Inflasi Bulan April di Jateng Lebih Rendah

Inflasi Bulan April di Jateng Lebih Rendah

Semarang, Gatra.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah mencatat pada Bulan April 2020 terjadi inflasi sebesar -0,05% month to month (mtm) pada provinsi ini.

Inflasi tersebut terhitung lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat inflasi pada bulan sebelumnya, Maret 2020 dengan inflasi sebesar 0,02 %

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Soekowardojo mengatakan, hingga Bulan April 2020, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas yakni, emas perhiasan, bawang merah, beras dan gula pasir.

"Emas perhiasan menyumbang angka paling tinggi yakni sebesar 0,09%, kemudian bawang merah 0,09%. Disusul beras 0,02%, dan terkahir gula pasir 0,02%," sebutnya.

Adapun yang menjadi penahan laju inflasi yakni turunnya harga cabe merah -0,09%, daging ayam ras -0,08%, telur ayam ras -0,05 dan  bawang putih 0,03%.

Sementara itu, inflasi di Jawa Tengah hanya terjadi di dua daerah, yakni Kabupaten Cilacap (0,12%) dan Tegal (0,01%).

"Inflasi hingga minggu ketiga April tahun imi hanya terjadi di dua daerah, yaitu Kabupaten Cilacap dan Tegal," sebutnya.

Sementara, 4 kota lainnya  di Jawa Tengah, justru mengalami deflasi yaitu Kota Semarag Semarang (-0.07%), Purwokerto (-0.07), Kota Surakarta (-0,03%), dan Kabupaten Kudus (-0,01%). "Deflasi terjadi di 4 daerah, di Kota Semarang, Purwokerto, Surakarta, dan Kudus," tandasnya.