Home Kebencanaan Dihantam Ombak, Kapal Pencari Ikan di Pekalongan Terbalik

Dihantam Ombak, Kapal Pencari Ikan di Pekalongan Terbalik

Pekalongan, Gatra.com - Sebuah kapal pencari ikan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, KM Saridin, terbalik setelah dihantam gelombang tinggi, Kamis (14/5) malam. Seluruh anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan.

Informasi yang diperoleh Gatra.com, peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah kapal berangkat melaut dari Pelabuhan Kota Pekalongan sekitar pukul 17.30 WIB. Diduga kapal terbalik setelah dihantam ombak setinggi satu hingga dua meter.

Sesaat setelah kapal terbalik, nahkoda dan dua ABK berenang hingga berhasil mencapai Pantai Slamaran dan memberitahukan kejadian yang dialami kepada warga. Warga selanjutnya melaporkan ke Posko SAR Pantai Slamaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI) dan Ditpolairud Polda Jateng.

Anggota Ditpolairud Polda Jateng Bripka Wahyu Tri Pamungkas mengatakan, total ada 14 orang di kapal yang terbalik, terdiri dari satu nahkoda dan 13 ABK. "Saat kapal terbalik, nahkoda dan dua ABK menyelamatkan diri menggunakan pelampung ban mobil sampai ke darat. Mereka kemudian melapor ke warga dan warga melapor ke pihak-pihak terkait. Selanjutnya kami bersama BPBD dan PMI bergerak bersama melakukan pencarian ABK lainnya," kata Wahyu.

Menurut Wahyu, proses pencarian melibatkan kapal tarik dari Pelabuhan Kota Pekalongan karena kondisi cuaca ekstrem dengan ketinggian ombak mencapai satu hingga dua meter. Saat ditemukan, posisi kapal dan ABK berjarak dua mil dari Pantai Slamaran. "Posisi kapal sudah terbalik di tengah laut. Sebagian ABK ada yang di atas kapal, sebagian terapung di laut. Alhamdulillah semua bisa ditemukan dalam kondisi selamat," ujarnya.

Setelah dievakuasi, seluruh ABK dibawa ke Pos Polairud. Setelah diperiksa kondisinya, dua ABK yakni Puji Sasongko (39), warga Kabupaten Batang dan Suripno (50) warga Kabupaten Batang dibawa ke RSUD Bendan Kota Pekalongan. "Kondisi dua ABK yang dibawa ke RSUD Bendan sesak nafas, lemas, luka lecet, kaki kram, syok dan hipotermia ringan," ujar relawan PMI Kota Pekalongan Yuda Wijaya.

207