Home Ekonomi Wamendes: BLT Dana Desa Harus Diterima Sebelum Idulfitri

Wamendes: BLT Dana Desa Harus Diterima Sebelum Idulfitri

Jakarta, Gatra.com - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi, mengharapkan, warga desa yang berhak sudah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa sebelum hari raya Idulfitri atau Lebaran.

"Saya berpikir begini, harus sampai sebelum Lebaran," kata Budi Arie dalam video telekonferensi dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa; Kepala Dias PPMD Jatim, Mohmad Yasin; Bupati Trenggalek, Bupati Bangkalan, serta seluruh perangkat daerah lainnya, Jumat (15/5).

Budi Arie meminta kepala daerah hingga jajaran pemerintahan desa, agar bisa menyalurkan seluruh BLT Dana Desa tahap pertama rampung seluruhnya atau 100% menjelang Lebaran, sehingga warga desa bisa meggunakannya pada hari raya.

"Waktu kita sudah mendesak, tinggal H-8 hari raya Idulfitri, mudah-mudahan kita bisa percepat itu," kata Budi Arie.

Untuk mencapai teraget tersebut, ia menginstruksikan jajarannya untuk bekerja lebih keras. Bahkan, pada hari libur Sabtu dan Minggu pun agar terus menyalurkan BLT Dana Desa kepada warga desa yang berhak.

"Kalau perlu Sabtu, Minggu ini terus kita pantau, kita gerakkan. Kalaupun ada masalah di lapangan soal regulasi dan lain-lain, saya pikir diskresi kebijakan dan keberanian pemimpin-pemimpin di daerah sangat diperlukan," ujarnya.

Menurut Budi, BLT dana desa harus diterima warga desa yang berhak jelang Lebaran atau Idulfitri, sehingga saat hari raya mereka bisa meggunakannya atau dapat segera mengatasi kebutuha warga.

"Bahwa nanti ada evaluasi atau apapun, selama tujuan kita untuk memberikan yang terbaik buat warga masyarakat dan penduduk yang betul-betul yang membutuhkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, ini kita berani mengambil risiko, selama tujuan itu. Kalau ada tujuan lain, kita enggak tahu," ujarnya.

Meski optimistis, namun Budi Arie tetap mengingatkan perangkat terbawah mulai RT/RW, pemerintahan desa, hingga kepala daerah untuk ?tetap menjunjung tinggi transparansi dan memastikan bahwa BLT dana desa itu hanya diterima warga yang berhak.

"Saya percaya bahwa aspek akuntabilitas dan transprasi tetap harus kita jujung tinggi dalam penyaluran bantuan langsung tunai dana desa," ujarnya.

Menurut Budi Arie, banyak desa di wilayah Jatim yang memberikan contoh baik dalam penyaluran BLT Dana Desa. Ini bisa diikuti oleh desa-desa di wilayah lain agar penyaluran BLT Dana Desa ini tepat sasaran.

"Banyak desa-desa di Jatim memberi inspirasi ke seluruh Indonesia, semua penerima bansos itu diumukan di balai desa, sehingga transparan, terbuka seperti arahan Pak Presiden, dibuka saja data bansos, sehingga yang tidak layak menerimanya biar malu. Bahwa dia adalah bagian dari yang menerima, walapun itu sebenarnya bukan haknya," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Budi Arie juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek yang sudah 100% menyalurkan BLT Dana Desa kepada warga desa yang berhak.

"Selamat dan mudah-mudahan kegitan ini terus berlangsung, dan Ibu Gubernur [Jatim] sudah menyampaikan, per hari ini sdah 25%," kataya.

"Saya berharap di sisia waktu H-8 ini kita bisa speed up, bisa lebih cepat dalam beerapa hari ke depan. 100% target seluruh BLT Dana Desa tersalurak ke warga yang membutuhkan semuanya bisa terwujudkan," ujarnya.

228