Home Ekonomi Elektrifikasi ala Toyota

Elektrifikasi ala Toyota

Jakarta, Gatrareview.com - Pabrikan otomotif asal Jepang, Toyota Motor Corporation (Toyota) sedang menyiapkan produk mobil listrik terbarunya. Desainnya futuristis, mengusung model SUV (sport utility vehicle). Seperti varian besutan Toyota lainnya, mobil listrik ini juga menggunakan platform modular e-TNGA (electric Toyota New Global Architecture). Jantung pacu mesinnya dilengkapi power train listrik dengan kapasitas baterai 50 kWh hingga 100 kWh. Seperti diberitakan insideevs.com, 24 Juni lalu, rencananya mobil listrik yang belum diberi nama ini akan dirilis pada 2022.

Di jagat otomotif, pamor Toyota memang cukup cemerlang. Namun untuk urusan permobil-listrikan, pamornya memang belum setenar Tesla, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat. Maklum, produk Toyota lebih didominasi mobil-mobil konvensional berbahan bakar fosil, sedangkan ragam produk mobil listriknya masih terbatas. Bahkan di Indonesia, saat ini Toyota belum menjual produk mobil listrik. Toyota baru meniagakan kendaraan elektrifikasi model hibrida, di antaranya C-HR Hybrid, Alphard Hybrid, Camry Hybrid, Prius Hybrid, dan Prius Plug-in Hybrid.

Sudah Satu Dekade

Direktur Marketing Toyota, Anton Jimmi Suwandi, menjelaskan bahwa Toyota sudah memasarkan enam model kendaraan elektrifikasi di Indonesia, yakni lima model HEV (hybrid electric vehicle) dan satu model PHEV (plug-in hybrid electric vehicle). Pada masa mendatang, Toyota juga akan menghadirkan produk mobil listrik di Indonesia. "Kami akan terus study kemungkinan untuk expand ke teknologi yang lebih advance, seperti BEV (battery electric vehicle)," kata Anton kepada Ucha Julistian Mone dari GATRA Review di Jakarta, awal Juli lalu.

Di Indonesia, kata Anton, mobil hibrida buatan Toyota sudah hadir sejak satu dekade lalu. Dimulai dengan diluncurkannya Toyota Prius HEV pada 2009. Meski kala itu mobil hibrida terbilang baru dan harga jualnya lumayan mahal, respons konsumen cukup bagus. Ia mengungkapkan, di tahun pertama peluncurannya, Toyota Prius HEV laku terjual 11 unit. Tahun-tahun berikutnya angka penjual terus merangkak naik. Melihat respons pasar yang postif, Toyota kembali mengeluarkan beberapa model baru produk mobil hibridanya.

Kini, secara total sudah hampir 2.700 unit mobil hibrida Toyota yang dipasarkan di Indonesia, baik itu model HEV maupun PHEV. "Kalau ditanya yang paling laku, maka saat ini HEV tentu masih mendominasi," kata Anton.

Laris manisnya model HEV, Anton melanjutkan, karena mobil ramah lingkungan itu memiliki kemampuan self-charging atau pengisian baterai secara mandiri, sehingga tidak perlu melakukan pengisian daya baterai di Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). "Juga mobil HEV dapat dipakai di mana pun di Indonesia yang memiliki area sangat luas," ucapnya.

Menurut pengamat otomotif Bebin Juana, meski produknya masih terbatas pada model HEV dan PHEV, kemampuan Toyota dalam melakukan penetrasi pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia dapat dibilang berhasil. "Yang namanya Prius itu, sangat terkenal dan boleh dikatakan berhasil dari sisi marketing," ujarnya kepada Erlina Fury Santika dari GATRA Review.

Dengan modal tersebut, Toyota berpeluang menjadi pemain utama kendaraan elektrifikasi di Indonesia. "Toyota tentunya membaca peluang bisnisnya, kemudian sudah punya jaringan, pabrik di sini [Indonesia], tinggal menyediakan line untuk produksi mobil hybrid, PHEV, atau listrik," katanya lagi.


 

753