Home Kebencanaan Persatuan Perawa Sebut Hoaks Mengcovidkan Pasien Menyakitkan

Persatuan Perawa Sebut Hoaks Mengcovidkan Pasien Menyakitkan

Purworejo, Gatra.com - Fitnah dan berita bohong yang beredar di media sosial (medsos) bahwa semua pasien yang memiliki gejala tertentu 'dicovidkan', dibantah keras oleh para perawat. Melalui Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Jawa Tengah, Dr Edy Wuryanto, mereka membantah dan prihatin dengan hoax yang beredar. 
 
"Sangat tidak benar bahwa semua pasien kemudian dinyatakan positif covid-19. Itu berita bohong, hoax. Apalagi dalam profesi kami ada doktrin dan sumpah. Para perawat, dokter dan tenaga kesehatan lain sudah bekerja keras melayani masyarakat. Tuduhan itu sangat menyakitkan," kata Edy Wuryanto di sela-sela acara Rakerwil III DPW PPNI Prov Jateng di Hotel Plaza Purworejo, Sabtu sore (29/8).
 
Pria yang juga anggota Komisi IX DPR RI itu mengatakan lagi, di tengah APD yang terbatas, para perawat terus berjuang menyelamatkan pasien. "Bahkan banyak dari kami yang terpapar covid-19 karena ada pasien yang abai dengan protokol kesehatan. Kadang pasien juga tidak jujur dengan kondisinya," kata EW, panggilannya.
 
Dalam kesempatan itu, EW juga menyinggung soal insentif bagi tenaga kesehatan yang langsung menangani pasien covid-19. Dalam aturan, besaran insentif perbulan bagi nakes maksimal Rp7,5 juta. Akan tetapi pada praktiknya di masing-masing kabupaten/kota berbeda. Bahkan ada yang hanya Rp300-500 ribu perbulan. Menurutnya, dana sebenarnya sudah turun di kabupaten/kota, akan tetapi pembuatan regulasi baru membuat pencairan menjadi lama. 
 
"Dalam kesempatan ini, karena banyak yang terpapar covid-19, saya menghimbau pertama, perbaiki imunitas, tingkatkan konsumsi vitamin dan makanan bergizi  ini tugas pemerintah. Kedua, perketat protokol kesehatan ini tentunya tugas Dirut RSUD atau kepala Puskesmas, ketiga kalau ada yang merasa tidak sehat segera minta rapid test dan swab. Para nakes seyogyanya rutin 14 hari-sebulan sekali diswab/rapid test. Terakhir, bagi pemda/pemkot, insentif tenaga medis segera dicairkan dan menjamin ketersediaan APD  lengkap," pungkas EW.
 
Muskerwil diikuti oleh utusan dari 35 utusan kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah. Berlangsung selama dua hari dari tanggal 29-30 Agustus. 
636