Home Internasional Ini Tujuan Menlu AS Mike Pompeo ke Indonesia

Ini Tujuan Menlu AS Mike Pompeo ke Indonesia

Jakarta, Gatra.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat, Michael R. Pompeo sambangi Jakarta, Indonesia, dari 28-29 Oktober 2020. Dia akan bertemu dengan Presiden Jokowi dan Menlu Retno Marsudi. Pompeo juga akan menyampaikan sambutan dan bertemu dengan perwakilan bisnis AS untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi bilateral.

“Kemitraan strategis yang telah dibangun Amerika Serikat dan Indonesia tetap lebih penting dari sebelumnya. Kami akan terus memperkuat ikatan yang dinikmati kedua negara berdasarkan nilai-nilai demokrasi bersama, ikatan ekonomi yang dalam, dan komitmen kami untuk Indo-Pasifik yang damai dan sejahtera," ucap Mike Pompeo dalam pernyataan yang diterima Gatra.com, Rabu (28/10).

Baca Juga: Cina Rebut Konsulat AS di Chengdu, Bendera AS Diturunkan

Agustus 2018 silam, Pompeo juga datang ke Indonesia. Dua tahun berlalu, dia optimis pertemuan kali ini bisa memperkuat kemitraaan strategis. Pihaknya menyebut bahwa Indonesia adalah prioritas kebijakan luar negeri AS, mengingat status Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan peran kepemimpinan bersejarahnya di ASEAN.

“Pandemi Covid-19 telah menantang kedua negara kita. Amerika Serikat membantu masyarakat Indonesia dengan memberikan US$11 juta bantuan dan menyumbangkan 1.000 ventilator. Kami menantikan kerja sama lebih lanjut dalam memerangi pandemi dan memperkuat ekonomi kita pasca Covid-19,” tambahnya.

Baca Juga: AS Sanksi 11 Perusahaan Cina Pelanggar HAM Muslim Uighur

Pada kunjungan kali ini, ada beberapa isu yang dibicarakan oleh Pompeo:

1. Visi terkait wilayah Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka

Kedua negara disebut memiliki visi yang sama tentang kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, termasuk komitmen terhadap kebebasan navigasi dan penerbangan. Indonesia disebut sebagai pemimpin di ASEAN dan jangkar dari tatanan berbasis aturan di Indo-Pasifik. AS tetap terlibat secara mendalam di Indo-Pasifik.

“Amerika Serikat bangga menjadi mitra pertahanan terbesar Indonesia dalam hal jumlah latihan dan acara tahunan yang kami ikuti bersama,” sebut Pompeo. “Kami menghormati upaya kuat Indonesia untuk melindungi hak maritimnya dan melawan agresi RRT di Laut Cina Selatan, termasuk di Zona Ekonomi Eksklusifnya di sekitar Kepulauan Natuna,” tambahnya.

Baca Juga: Menlu AS Pompeo Telepon Retno Marsudi, Ini Isi Percakapannya

2. Peningkatan perdagangan bilateral dan investasi

AS berjanji tetap berkomitmen tinggi untuk kemakmuran Indonesia. Pihaknya menyebarkan alat baru dan inovatif untuk mendukung keterlibatan bisnis AS di Indonesia demi kepentingan kedua negara. Korporasi Keuangan Pembangunan Internasional AS mengkatalisasi investasi swasta di sektor infrastruktur, digital, dan energi. Penandatanganan perjanjian Pembiayaan Infrastruktur bilateral baru-baru ini akan menarik modal sektor swasta untuk memenuhi perkiraan kesenjangan infrastruktur Indonesia sebesar US$1,5 triliun.

Perusahaan AS adalah investor utama dalam perekonomian Indonesia, berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan di berbagai sektor. Pada Oktober 2020, Kimberly-Clark melakukan akuisisi Softex Indonesia senilai US$1,2 miliar dengan strategi untuk mendorong pertumbuhan perusahaan melalui pengembangan merek dan inovasi. Awal tahun ini, Air Products yang berbasis di Pennsylvania mengumumkan investasi US$2 miliar untuk membuat fasilitas produksi kelas dunia di Kalimantan untuk metanol, bahan baku kimia.

Baca Juga: Kedubes AS-Smithsonian Institution Buat 'Belajar dari Rumah'

3. Peningkatan keterkaitan antara individu

Indonesia dan AS baru-baru ini merayakan 70 tahun hubungan bilateral. Sejak 1952, lebih dari 3.000 orang Indonesia dan 1.200 orang Amerika telah menerima beasiswa Fullbright untuk pertukaran studi dan pengajaran.

Hampir 40.000 orang Indonesia adalah anggota Young Southeast Asian Leadership Initiative (YSEALI), jumlah terbesar dari negara ASEAN mana pun. Setiap tahun, Kedutaan Besar AS di Jakarta mengirimkan sebanyak 200 pemimpin baru Indonesia ke AS untuk berpartisipasi dalam lebih dari selusin program pertukaran pemuda, dan sekitar 9.000 orang Indonesia melanjutkan studi di AS.

729