Home Info Satgas Covid-19 Tersisa Satu Daerah di Jambi yang Zona Kuning

Tersisa Satu Daerah di Jambi yang Zona Kuning

Jambi, Gatra.com - Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi mengumumkan tambahan pasien positif 31 orang dan 19 orang dinyatakan sembuh pada Kamis (29/10).

Berdasarkan rilis Satuan Tugas itu juga. Terdapat peralihan zonasi dari kuning ke oranye. Hanya Kota Sungai Penuh bertahan sebagai daerah risiko rendah atau zona kuning, dari sebelas kabupaten kota di Provinsi itu.

Selebihnya, sepuluh daerah berstatus risiko sedang atau zona oranye. Kota Jambi, Kerinci, Bungo, Sarolangun, Tanjab Barat, Batanghari, Merangin, Tebo, Tanjab Timur dan Muaro Jambi.

Peralihan zonasi menandakan bahwa pemerintah daerah lengah dalam penanganan kasus covid di wilayahnya. Hal ini dibuktikan lonjakan kasus setiap harinya.

Catatan Gatra.com sepanjang bulan Oktober ini saja lonjakan kasus positif mencapai 685 orang, baru 325 orang dinyatakan sembuh dan 12 kasus kematian.

Secara kumulatif angka sembuh 593 orang, positif 1.219 orang, selebihnya 603 orang masih dalam perawatan. Dan kematian masih tercatat 23 orang.

Tambahan pasien sembuh dari tiga daerah. Yakni Kota Jambi sebanyak 11 orang, Tanjab Barat tujuh orang dan Muaro Jambi satu orang. "Sebanyak 31 tambahan kasus positif hari ini semuanya berasal dari Sarolangun," ujar Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah.

Mereka, kata Johansyah, hasil dari screening RDT Reaktif yang ditindaklanjuti dengan tes swab. "Sebanyak 18 diantaranya merupakan santri maupun santriwati di salah satu pesantren Sarolangun yang kontak erat dengan pasien nomor 814," kata Johansyah.

Dia mengimbau kepada seluruh Masyarakat Jambi jangan lelah apalagi menyerah menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Wajin memakai masker, mencuci tangan setelah beraktivitas, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Dan paling penting berdoa agar pandemi segera berakhir.

Sedangkan jumlah pasien suspek 119 dan menunggu spesimen 208 orang. Sejak awal penularan Covid di Provinsi itu sampai sekarang, ada 8.141 spesimen dari 8.399 orang.

320