Home Milenial Selama 2020, SEKOLA Kelola Sampah Hingga 190 Ton

Selama 2020, SEKOLA Kelola Sampah Hingga 190 Ton

Jakarta, Gatra.com- Hingga akhir tahun 2020, Sentra Kelola Sampah (SEKOLA) mampu mengelola sampah lebih dari 190 ton dalam setahun. Co-Founder Greeneration Indonesia, Mohamad Bijaksana Junerosano menjelaskan bahwa sebagian besarnya sampah itu berasal dari kegiatan pariwisata.

"Hingga akhir tahun 2020, SEKOLA yang dibangun bersama oleh kami, Yayasan Greeneration dan Coca-Cola Foundation Indonesia telah mampu mengelola sampah lebih dari 190 ton per tahun," ungkap Junerosano dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/1).

Menurut dia, ada sekitar lebih dari 4 ribu kilogram sampah dihasilkan dari kegiatan pariwisata setiap bulannya. Sampah tersebut akhirnya menumpuk dan mengganggu kenyamanan para wisatawan.

Nah upaya untuk meminimalisir ini, Greeneration Foundation dan berkolaborasi dengan Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) dengan mengiinisiasi EcoRanger Banyuwangi.

Program ini merupakan pilot project dari EcoRanger Indonesia, yaitu implementasi sistem pengelolaan sampah di destinasi wisata yang telah dilaksanakan sejak November 2018 di Pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

“Melalui dukungan masyarakat dan pemerintah setempat, kini EcoRanger telah mampu memberikan banyak manfaat dalam pengelolaan sampah di destinasi wisata," jelas Junerosano.

Salah satunya, yakni penyelenggaraan kegiatan bersih pantai setiap seminggu sekali. "Kegiatan tersebut biasanya diikuti oleh para wisatawan domestik dan mancanegara yang sedang berkunjung di pantai Pulau Merah,” ia menambahkan.

Adapun SEKOLA dibangun Yayasan Greeneration dan Coca-Cola Foundation Indonesia. Fasilitas pengelolaan sampah terpadu yang merupakan program EcoRanger Banyuwangi ini dibangun di Desa Sumberagung.

Saat ini, SEKOLA dibangun secara non-permanen di atas lahan milik Perhutani KPH Banyuwangi Selatan seluas 250 m2. Kedepannya, diharapkan SEKOLA dapat menjadi cikal bakal dibangunnya TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) di Desa ini.

Sampah yang telah dikumpulkan kemudian dipilah bersama dan disalurkan ke SEKOLA di mana kemudian, sampah diolah berdasarkan jenisnya. Sampah yang telah sampai di SEKOLA, dipilah secara rinci lalu dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Anorganik (recyclable), Organik dan Residu.

Tak hanya pemilahan, SEKOLA juga menghasilkan beberapa produk dari pengolahan sampah yaitu pupuk kompos yang merupakan hasil olahan dari sampah organik, dan pot sabut kelapa.

“Selain mengolah sendiri sebagian sampah yang terkumpul, kami salurkan sampah anorganik ke Bank Sampah dan sampah residu kami kirimkan ke tempat pembuangan sampah akhir," Lanjut Junerosano.

Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia, Triyono Prijosoesilo menjelaskan, program EcoRanger mendukung implementasi praktik pariwisata berkelanjutan di Indonesia dengan memberikan layanan Community Based Implementation (CBI). "Program ini telah berhasil mendorong masyarakat Desa Sumberagung untuk turut berpartisipasi dalam pelestarian daerah wisata dengan meningkatkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat,” jelasnya.

Menurut Triyono, inisiatif ini sejalan dan mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. “Belajar dari program EcoRanger, kita telah melihat bahwa kolaborasi merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik," ia menegaskan.

203