Home Hukum Tak Ada Paksaan Jilbab, Siswi Nonmuslim Hanya Menyesuaikan

Tak Ada Paksaan Jilbab, Siswi Nonmuslim Hanya Menyesuaikan

Padang, Gatra.com - Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi meminta maaf atas viralnya kasus dugaan pemaksaan siswi nonmuslim berjilbab. Hal ini dikarenakan telah menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

Kendati begitu, kata Rusmadi, pihaknya tidak pernah memaksa siswi nonmuslim untuk memakai jilbab. Permohonan maaf itu juga atas kesalahan jajaran staf SMKN 2 Padang bidang kesiswaan, maupun bimbingan dan konseling terkait aturan cara berpakaian bagi siswi.

"Selaku Kepala SMKN 2 Padang, saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan jajaran staf. Kami tidak pernah memaksa siswi nonmuslim, hanya agar bisa menyesuaikan," kata Rusmadi, Senin (25/1).

Dikatakan Rusmadi, aturan berpakaian muslim setiap hari Jumat, dan memakai jilbab bagi siswi dari Senin sampai Sabtu memang telah berlangsung sejak 2005. Aturan itu dicetus oleh Pemko Padang, yakni Fauzi Bahar selaku Wali Kota Padang pada masa tersebut.

Selama 15 tahun aturan itu berlaku, tidak ada permasalahan maupun protes dari siapapun. Puluhan siswi nonmuslim juga merasa nyaman dan tanpa tekanan atas aturan tersebut. Bahkan puluhan siswi nonmuslim tersebut juga sukarela untuk ikut kegiatan Islam tanpa paksaan.

"Baru sekarang, dari ananda kita Jeni Cahyani Hia yang merasa keberatan. Dia dipanggil ke ruang BK. Lalu membawa orang tuanya ke sekolah, kami tidak ada memanggil orang tuanya atas inisatif dia sendiri," ujarnya.

Meskipun begitu, kata Rusmadi, Jeni Cahyani Hia Kelas X pada Jurusan Otomatis dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) tetap bisa sekolah seperti biasanya. Adapun kekhilafan dan simpang-siurnya informasi di media sosial bisa diselesaikan dengan semangat kebersamaan dalam keberagaman.

296