Home Kebencanaan Arah Ancaman Merapi Berubah, Pengungsi di Sleman Pulang

Arah Ancaman Merapi Berubah, Pengungsi di Sleman Pulang

Sleman, Gatra.com - Sebanyak 187 orang pengungsi kembali ke rumahnya di Kalitengah Lor setelah sekitar tiga bulan tinggal di Barak Pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.  
 
Dusun Kalitengah Lor berjarak lima kilometer dari puncak Gunung Merapi dan masuk wilayah potensi terdampak bencana erupsi. 
 
Kepala Desa Glagaharjo, Suroto, mengatakan keputusan itu diambil setelah Bupati Sleman menerbitkan surat yang menyatakan pengungsi di barak tersebut diperbolehkan pulang. "Data terakhir ada 187 pengungsi. Tidak ada yang ingin tetap tinggal. Semuanya pulang," katanya, Selasa (26/1). 
 
Suroto mengatakan pemulangan pengungsi memakai kendaraan pribadi mereka. "Pulang menggunakan armada sendiri. Kan ada yang punya mobil atau sepeda motor," katanya. 
 
Kendati boleh pulang, warga tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat Merapi masih berstatus 'Siaga' atau di level III.  "Kami minta kesiapsiagaan lebih ditingkatkan lagi karena status Merapi belum normal," kata dia.
 
Menurut Suroto, Barak Glagaharjo juga tetap disiagakan jika sewaktu-waktu warga Kalitengah Lor kembali diminta mengungsi. "Barak tetap diaktifkan sampai status normal. Relawan lokal pun tetap siap," ucapnya. 
 
Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan pemulangan pengungsi berdasarkan analisis BPPTKG Yogyakarta mengenai arah potensi bahaya erupsi Merapi yaitu ke selatan - barat daya. Adapun Glagaharjo berada di sisi tenggara dari puncak Merapi. 
 
"Kalitengah Lor ini ancaman bahaya Merapi hanya radius 3 kilometer. Jadi masih di luar jangkauan bahaya Merapi, sehingga masyarakat boleh pulang. Namun diimbau tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan untuk menghindari adanya penyebaran Covid-19," ujar Harda. 
 
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengatakan BPBD telah mengantisipasi perubahan arah ancaman bahaya Merapi dengan menyiapkan sejumlah pos pengungsian.
 
"Intinya kami sudah siap. Beberapa kelurahan juga sudah siap dengan poskonya dan tentunya dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan seperti penyekatan dalam posko," ucapnya.
126