Home Kesehatan Vaksinasi Gotong Royong Akan Dilayani Faskes Swasta

Vaksinasi Gotong Royong Akan Dilayani Faskes Swasta

Jakarta, Gatra.com - Vaksinasi gotong royong yang disiapkan oleh pemerintah sebagai opsi vaksinasi mandiri untuk para buruh dan keluarga terkait nantinya akan dilayani oleh fasilitas kesehatan (faskes) swasta. Vaksin yang akan diberi secara gratis itu hanya boleh diimpor oleh PT Bio Farma atas izin Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Pendistribusian vaksinasi gotong royong yang akan dilaksanakan PT Bio Farma dilakukan kepada fasilitas pelayanan swasta yang bekerja sama dengan badan hukum atau badan usaha pelaksana vaksinasi gotong royong," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi saat konferensi daring, Jumat (26/2).

Terkait jumlah vaksin Covid-19, Nadia menyebut harus sesuai dengan kebutuhan vaksinasi yang telah dihitung oleh perusahaan. Program vaksinasi itu juga tidak boleh mengganggu vaksinasi yang tengah dilakukan pemerintah. "Hanya akan dilakukan dengan pelayanan kesehatan swasta, bukan fasilitas layanan kesehatan pemerintah," papar dia.

Nadia belum bisa membeberkan harga satuan vaksin yang bisa dibeli oleh pengusaha. Namun, ia memastikan besaran tarif itu ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan faskes swasta tidak boleh mengambil harga melebihi batas maksimal yang telah ditentukan.

Sama seperti vaksinasi yang dijalankan pemerintah, Nadia menegaskan setiap orang yang mengikuti vaksinasi gotong royong juga akan memperoleh kartu atau sertifikat vaksinasi Covid-19 elektronik.

Mempertegas pernyataan Nadia, Koordinator PMO Komunikasi Publik KPCPEN, Arya Sinulingga menyebut program vaksinasi itu bertujuan untuk membentuk kekebalan kelompok sebesar 70% dari jumlah penduduk atau sekira 181,5 juta orang. "Semakin cepat terbangun (kekebalan kelompok), semakin baik untuk mengeluarkan kita dari kondisi pandemi," kata Arya di konferensi yang sama.

Arya menjelaskan, program ini memang ditujukan untuk pengusaha yang ingin memberikan vaksin gratis kepada para buruh. Tentu program ini tidak mengubah apapun yang tengah dijalankan pemerintah, terutama sasaran prioritas penerima vaksin. "BUMN sebagai leading sector akan memastikan proses vaksinasi berjalan lancar," tutupnya.

228