Home Info Satgas Covid-19 Vaksinasi Tahap II, Pemerintah Akan Suntik 38 Juta Orang

Vaksinasi Tahap II, Pemerintah Akan Suntik 38 Juta Orang

Surabaya, Gatra.com- Pemerintah akan melaksanakan vaksinasi tahap ke-2 dalam waktu dekat. Targetnya adalah 38 juta orang Indonesia yang akan divaksin dengan 76 juta dosis vaksin Sinovac.

Dari jumlah penerima vaksin itu, pemerintah akan memprioritaskan 21 juta warga lansia untuk dapat segera divaksin. Sedangkan sisanya, merupakan masyarakat yang berprofesi sebagai petugas publik.

Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin mengatakan, proses vaksinasinya diperkirakan baru akan rampung pada akhir Juni. Alasannya, pemerintah masih terus berupaya mendapat pasokan dosis vaksin secara rutin dari para produsen.

"Masalahnya pada supply vaksin. KArena (vaksinnya) jadi rebutan di seluruh dunia. Jadi banyak negara yang nggak kebagian. Negara tetangga kita juga belum kebagian. Jadi, bersyukur kita sudah dapet," kata Budi di Surabaya, Sabtu (27/2).

Alasan kedua, adalah banyaknya populasi Indonesia yang memaksa pemerintah menggelar vaksinasi secara bertahap. Meski demikian, Budi optimis progres vaksinasi, terutama di Jawa Timur, akan sesuai dengan yang ditargetkan.

Ditanya kenapa memprioritaskan lansia, Budi menilai bahwa warga pada golongan usia tersebut memang sangat beresiko tertular, hingga kematian akibat Covid-19. Tanpa menyebut angka, Budi menyebut fatality rate warga lansia akibat Covid-19, cukup tinggi.

"Nah untuk dapat menyuntik vaksin kepada puluha juta lansia ini, kami butuh banyak dukungan masyarakat. Nggak bisa program pemerintah sendirian. Tapi harus jadi gerakan di mana modal sosial masyarakat itu bisa. Karena di Indonesia, modal sosialnya kuat," kata Budi.

Hingga sepekan ini, vaksinasi sudah diberikan kepada 150 ribuan warga lansia. Dengan data sementara tersebut, Budi optimis, target vaksinasi kepada 21 juta lansia akan terpenuhi hingga akhir Juni.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap proses vaksinasi dapat berjalan cepat. Eri mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas dan seluruh tenaga kesehatan dari semua rumah sakit dan puskesmas.

Hanya memang pelaksanaan vaksinasi di Surabaya tidak dapat terburu-buru. Karena, ada penjadwalan dan kategori masyarakat mana yang akan divaksin.

"Harapan kami, masyarakat Surabaya dapat divaksin secepatnya. Tapi, ada jatah yang akan diberikan dinas kesehatan. Supaya warga Surabaya dapat secepatnya selesai divaksin," kata Eri.

Terkait jumlah, Eri belum mengkonfirmasi berapa target masyarakat Surabaya yang akan divaksin. Ia memastikan bahwa jumlah penerima vaksinnya memang terbatas, sesuai arahan pemerintah pusat.