Home Info Satgas Covid-19 DKK Antisipasi Vaksin Covid-19 Terbuang

DKK Antisipasi Vaksin Covid-19 Terbuang

Karanganyar, Gatra.com- Tak semua calon penerima vaksin Covid-19 menghadiri vaksinasi yang sudah dijadwalkan. Hal ini bisa mengakibatkan vaksin jatahnya terbuang sia-sia.

"Satu botol berisi 10 vaksin. Sebenarnya sudah didata sejumlah orang yang memakai agar cukup. Tapi tak semua menghadiri undangan vaksinasi," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati kepada wartawan usai menggelar rapat evaluasi Satgas Covid-19 di gedung Setda Karanganyar, Senin (1/3).

Ia menyontohkan, vaksinasi bagi anggota Polres Karanganyar yang dijatah 804 orang, ternyata hanya 719 orang yang tervaksinasi. Purwati tak menyebutkan rinci apakah sisanya termanfaatkan ataukah tidak. Namun di dalam forum itu Purwati mengatakan banyak vaksin terbuang. Sejauh ini vaksin tahap II baru disuntikkan ke 3.586 orang dari 4.000 vaksin yang diterima Karanganyar. Sedangkan di tahap I diberikan ke 6.960 orang. Di Karanganyar, didata kebutuhan vaksin ke 57.156 orang.

Lebih lanjut Purwati mengatakan vaksin hanya bisa bertahan enam jam usai segelnya dibuka. Sehingga harus langsung diberikan ke penerima sebelum kedaluwarsa. Tak jarang pihaknya memanggil dadakan sasaran yang sebenarnya di luar jadwal.

"Jangan sampai terbuang. Saya teleponin satu-satu orang terdekat puskesmas agar merapat ke sana. Eman-eman kalau terbuang. Pihak puskesmas terbiasa mengumpulkan lagi orang-orang itu," katanya.

Di tahap II ini, jangka waktu penyuntikan Februari-Mei 2021. Namun, ia menarget selesai dalam pekan ini. Sasaran yang sudah diinjeksi adalah nakes, anggota polri, jurnalis, anggota DPRD, pegawai instansi pemerintah, kades, dan sebagainya. Sedangkan vaksinasi anggota TNI dijadwalkan mulai Selasa besok (2/3) di RSAU dr Siswanto Lanud Adi Soemarmo.

Lebih lanjut Purwati mengatakan, pengadaan vaksin Covid-19 tetap mengandalkan bantuan pemerintah pusat. Sampai sekarang belum direncanakan pengadaan bersumber keuangan daerah.

"Memang kebutuhan banyak tapi logistik belum semua didapat. Kami terus menunggu sambil mendata sasaran. Masyarakat jangan khawatir pasti kebagian," katanya.