Home Ekonomi Dituduh Luhut Hobi Impor, Pertamina: TKDN Kita Lebih Tinggi

Dituduh Luhut Hobi Impor, Pertamina: TKDN Kita Lebih Tinggi

Jakarta, Gatra.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menuding PT Pertamina (Persero) hobi impor pipa. Padahal Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar menggunakan buatan lokal. Dengan tujuan agar tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) naik.

Pertamina lewat perusahaan subholdingnya, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) justru berkata lain. Berdasarkan penjelasan Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT KPI , Ifki Sukarya, Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan penggunaan produk dan jasa dalam negeri.

Hal ini merupakan bentuk nyata untuk mendorong perekonomian nasional. “Komitmen nyata ini terlihat dari realisasi TKDN yang lebih tinggi dari standar TKDN dalam proyek Pertamina tahun 2020 yang sebesar 30%,” ujar Ifki kepada GATRA.

Ifki melanjutkan, Pertamina melibatkan dua BUMN, untuk melakukan pendampingan, perencanaan dan verifikasi capaian TKDN. Mereka adalah PT Superintending Company of Indonesia (Persero) atau akrab disebut Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia (Persero).

“Untuk melakukan pendampingan, perencanaan dan verifikasi capaian TKDN pada proyek-proyek infrastruktur dan pengembangan bisnis Pertamina Group,” katanya.

Sebelumnya terungkap, Jokowi harus turun tangan memecat Direktur Utama PT KPI Ignatius Tallulembang karena dianggap hobi impor pipa. Pemecatan itu dilakukan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina.

Pemerintah resmi memecat Ignatius pada 5 Februari lalu. Penilaian Jokowi ini diungkap Luhut di depan publik, Selasa lalu. "Pertamina itu ngawurnya minta ampun. Masih impor pipa padahal bisa dibuat di Indonesia. Bagaimana itu?" kata Luhut di kegiatan Rakernas BPPT 2021 yang disiarkan YouTube.

Ignatius sendiri kepada GATRA menampik tudingan Luhut tadi. Dia mengatakan bahwa pembelian pipa yang digunakan untuk proyek Pertamina berasal dari dalam negeri. “Faktanya pipa dari Batam yang di beli EPC contractor,” ujarnya.

1132