Home Kebencanaan Sumsel Kerahkan Kekuatan Penuh Cegah Karhutla

Sumsel Kerahkan Kekuatan Penuh Cegah Karhutla

Palembang, Gatra.com - Sumatera Selatan (Sumsel), sebagai salah satu provinsi di Indonesia langganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), saat ini tengah siaga mengantisipasi Karhutla yang bakal mengintai saat musim kemarau tahun (2021) ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kering (kemarau) bakal melanda Bumi Sriwijaya. Ketuatan penuh mengantisipasi Kahutla di Sumsel, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga korporat pemilik izin konsesi di daerah ini.

“Pada 2020, nyaris dikatakan Sumsel, bebas hotspot (titik api). Itu juga yang kita inginkan pada tahun ini (2021). Karena itu, tanggungjawab pencegahan Karhutlah bukan hanya dimiliki oleh instansi tertentu saja, tapi juga dipundak semuanya, termasuk masyarakat Sumsel,” ujar Gubernur Sumsel, Herman Deru di Palembang, Kamis (11/3).

Pemprov setempat pun segera mengaktifasi posko-posko kebakaran yang ada di perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), kelompok tani peduli api dan lain sebagainya. Di samping pemanfaatan dana desa untuk pengendalian hutan, kebun dan lahan.

“Kami (Pemprov Sumsel) juga akan memperkuat sarana dan prasaraan pemadam, serta personel terlatih pada regu pemadam kebakaran perusahaan perkebunan, maupun hutan tanaman industri,” katanya.

Kesiapan itupun telah dilakukan Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas bersama mitra pemasoknya di Sumsel. Salah satunya dengan mengoptimalkan program kemitraan dengan masyarakat, seperti program Desa Makmur Peduli Api atau DMPA.

Bukan itu saja, pihaknya juga menyiagakan lebih dari 700 personel pemadam kebakaran (RPK), 42 Tim Reaksi Cepat (TRC), dan 583 Masyarakat Peduli Api. Para personel itu disiagakan di Kabupaten OKI dan Muba, yang telah mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi.

Para personel pun dilengkapi dengan berbagai peralatan dan sarana transportasi. Mulai dari 63 unit mobil dan 162 unit sepeda motor patroli, 83 unit speed boat, empat unit air boat, serta 600 unit pompa pemadam.

Bahkan, pihaknya telah menyiagakan enam unit helikopter water bombing guna mendukung operasi pemadaman di tiga provinsi. Mulai dari Provinsi Sumsel, Jambi, hingga Riau.

“Itu semua untuk mendukung upaya pemerintah mencegah dan mengendalikan Karhutla pada 2021 ini. Progam itu (DMPA) kini berjalan di 36 desa untuk Kabupaten OKI dan 31 desa di Kabupaten Muba dengan total penerima manfaat mencapai 3.300 KK,” ujar Head Social & Security APP Sinar Mas, Agung Wiyono.

Program DMPA tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk mengajak dan membina masyarakat untuk mengelola lahan secara agroforestri, dan tidak melakukannya dengan cara dibakar. Selain itu, memberi kesempatan masyarakat untuk meningkatkan pendapatannya.

Sedangkan untuk program kemitraan, sambungnya, mitra pemasok APP Sinar Mas di Sumsel melibatkan masyarakat sekitar dari mulai penanaman sampai dengan proses pemanenan dengan total luasan tanaman kemitraan 49.558 hektare (ha) di Kabupaten OKI.

“Melalui program DMPA dan kemitraan, kami harap bisa jadi solusi pencegahan Karhutla yang permanen. Selain masyarakat mampu meningkatkan pendapatannya, juga dapat mengurangi daerah rawan kebakaran,” katanya.

Dijelaskannya, APP Sinar Mas beserta mitra pemasoknya mengedepankan metode monitoring yang ekstensif ditunjang dengan teknologi dan infrastruktur terkini, yakni fasilitas situation room terpadu, yang berada di sejumlah distrik.

“Dalam hal respon cepat terhadap kebakaran, api harus dapat dikontrol dalam waktu delapan jam setelah titik api terdeteksi. Ini sesuai dengan SOP FOM (Fire Operation Management),” ujarnya.

Terpisah, Kepala BPBD Provinsi Sumsel, Iriansyah mengatakan, wilayahnya telah menggelar apel pencegahan Karhutla untuk meningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan dengan melibatkan pemerintah disemua tingkatan. Mulai dari masyarakat, akademisi, hingga media untuk ikut terlibat dalam upaya pencegahan Karhutla tersebut.

“Ada 1.000 personel yang kita libatkan. Mulai dari dari TNI, Polri, BPBD, RPK, perusahaan, dan masih banyak lainnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, sejumlah peralatan telah disiagakan di lokasi dan daerah rawan Karhutla. “Kita juga menyiagakan mesin pompa, pompa apung, selang, diesel, kendaraan pompa mulai dari mobil tanki air, motor trail yang sudah dimodifikasi, perahu, ketek tongkang, APD petugas lapangan, juga empat helikopter disiagakan,” katanya.

222