Home Hukum Modus Penipuan Atas Nama Gubernur dan Jurus Penangkalnya

Modus Penipuan Atas Nama Gubernur dan Jurus Penangkalnya

Jakarta, Gatra.com- Penipuan dengan membajak nomor telepon lewat WhatsApp untuk meminta uang sedang marak. Terbaru, penipu menggunakan akun facebook mengatasnamakan Ali Mazi, Gubernur Sulawesi Tenggara, 11/3.

Bermula dari permintaan pertemanan di facebook, penjahat memulai aksinya. Begitu permintaan diterima, maka dia mengirim pesan lewat messenger: "Salam kenal H. Ali Mazi, S.H. adalah Gubernur Sulawesi Tenggara periode kedua yang menjabat sejak 5 September 2018."

"Brp nomor wa nya agar kelanjutan nya di wa saja dan bisa menjadi rekan di wa sekaligus teman dan bisa bersilahturahmi pak," lanjut si penipu.

Begitu dikirim nomor HP 0815 xxxx xxxx dan nama pemilik, dia mulai beraksi untuk meretas, menguasai dan membajaknya. "Demi kemanan Dan privasi wa saya itu Ada kode kemanan WhatsApp yang saya kirim lewat sms biasa coba di cek dulu. Sms kodenya Ada 6 angka. Kalau sudah Ada kirim ke sini kodenya," katanya.

Dari pesan tersebut pelaku ingin mencuri data pribadi atau nomor OTP (One Time Password). Kode OTP merupakan 6 digit kode yang WhatsApp kirim ke SMS saat Anda mencoba masuk ke akun WhatsApp atau mendaftarkan akun baru.

Jadi penipu ingin meretas HP dan menyalahgunakannya untuk meminta atau meminjam uang serta aksi tak terpuji lainnya.

Jurus penangkalnya cukup sederhana yaitu jangan pernah membocorkan kode OTP untuk masuk ke WhatsApp kepada siapa pun. Termasuk mereka yang mengatasnamakan gubernur atau pejabat lainnya.

Pengguna WhatsApp harus hati-hati menjaga kode OTP WhatsApp agar tidak tersebar ke orang lain. Modus peretasan ini berjalan mulus karena pengguna WhatsApp memberikan kode OTP kepada pelaku. Peretas tidak akan bisa melakukan aksinya tanpa menguasai nomor OTP tersebut.

515