Home Kebencanaan Mensos Tinjau Dampak Banjir di Magetan

Mensos Tinjau Dampak Banjir di Magetan

Magetan, Gatra.com- Bencana banjir di Kabupaten Magetan pertengahan Maret silam, menimbulkan kerusakan sarana umum, termasuk putusnya tiga jembatan. Menteri Sosial Tri Rismaharini hadir di lokasi jembatan putus dan korban terdampak banjir di Desa Ngunut, Kecamatan Kawedanan, Magetan.

Mensos dan rombongan tampak mengamati langsung lokasi jembatan putus di Desa Ngunut. Untuk mengurangi dampak lebih lanjut dari banjir dan putusnya jembatan, Mensos menyarankan agar tebing sungai diperkuat dengan bronjong.

“Tadi saya sarankan menggunakan bronjong yang bisa mengurangi gesekan tanah, daripada menggunakan _site pile_ . Bronjong itu mengikuti struktur tanah. Karena kan struktur tanahnya lemah sehingga tergerus air. Jadi inilah kearifan lokal,” katanya di lokasi jembatan putus.

Mensos mengingatkan, di jaman dulu, orangtua kita biasa menggunakan batang bambu untuk tiang jemabatan. Hal itu dengan pertimbangan untuk mengantisipasi struktur tanah yang lemah. “Tapi ini sekedar saran ya. Nanti silakan dikaji lebih mendalam dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum,” katanya.

Kunjungan Mensos di Desa Ngunut, didampingi oleh Bupati Magetan Hadi Suprawoto, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Magetan.

Dalam kesempatan tersebut, terungkap bahwa rencana perbaikan akan dilakukan secepatnya. Dimana langkah awal adalah dengan pemasangan bronjong di pinggir aliran sungai.

Dalam kunjungan ke lokasi terdampak banjir tersebut, Mensos juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir. Bantuan logistik Kemensos kepada warga terdampak banjir berupa makanan siap saji 240 paket, makanan anak 114 paket, matras 50 paket, kasur 50 paket, dengan total nilai Rp53.438.334.

Atas nama pemerintah pusat, Mensos menyampaikan duka mendalam kepada masyarakat terdampak. Ia berharap masyarakat tetap sabar, terus berdoa, dan kondisi segera pulih seperti sedia kala.

Sebelumnya banjir di Magetan terjadi Selasa (16/3) sekitar pukul 19.30 WIB. Sekitar tujuh desa di tiga kecamatan yakni Kawedanan, Ngariboyo, dan Parang terdampak banjir.