Home Ekonomi Mudik Dilarang, Ini Kata Pengusaha Hotel

Mudik Dilarang, Ini Kata Pengusaha Hotel

Tegal, Gatra.com- Larangan mudik Lebaran yang dikeluarkan pemerintah disambut kekecewaan oleh kalangan pengusaha hotel di Kota Tegal, Jawa Tengah. Tingkat keterisian atau okupansi diperkirakan tak sampai 50 persen imbas kebijakan itu.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tegal, Saunan mengatakan, mudik Lebaran biasanya membuat okupansi hotel-hotel meningkat. Sehingga adanya larangan mudik dipastikan akan sangat berdampak terhadap para pelaku usaha perhotelan.

"Selama ini salah satu musim anggaplah hotel-hotel bisa panen itu di sekitar lebaran. Biasanya ramai orang mudik dan nginep di hotel. Sekitar H-3 sampai H+3 lebaran itu keterisiannya bisa 100 persen," kata Saunan, Senin (5/4).

Saunan memperkirakan, tingkat keterisian hotel-hotel di Kota Tegal pada momen menjelang dan sesudah lebaran hanya berkisar 30 hingga 40 persen karena adanya larangan mudik. "Tingkat keterisiannya sama seperti sekarang, hanya 30 sampai 40 persen saja karena dampak pandemi. Walaupun belum normal, tapi ya sudah lumayan," ujarnya.

Untuk itu Saunan berharap pemerintah tidak melarang masyarakat untuk mudik agar kalangan pelaku usaha perhotelan tidak terus terpuruk. Menurut dia, dengan mudik masyarakat justru bisa meningkatkan imunitas. "Dengan mudik orang bahagia karena bisa pulang ke kampung halaman. Bahagia kan bisa meningkatkan imun," ujarnya.

Di Kota Tegal, PHRI mencatat ada 18 hotel. Meski masih dilanda kesulitan akibat pandemi, operasional seluruh hotel itu masih berjalan. "Semua masih jalan dengan sama-sama memikul keprihatinan," ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah resmi melarang mudik Hari Raya Idulfitri 2021 mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Larangan ini berlaku bagi seluruh ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, karyawan swasta dan seluruh masyarakat.

1267