Home Hukum Anies Baswedan: Koruptor Punya Kreativitas Luar Biasa

Anies Baswedan: Koruptor Punya Kreativitas Luar Biasa

Yogyakarta, Gatra.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut koruptor memiliki tingkat kreativitas yang luar biasa. Mereka mampu membuat terobosan-terobosan dalam melakukan praktik korupsi. 
 
Anies mengatakan ada tiga unsur penyebab munculnya korupsi, yaitu karena kebutuhan, keserakahan, dan sistem. Menurutnya, korupsi karena kebutuhan diselesaikan dengan memberi pendapatan yang cukup untuk hidup layak. 
 
"Kalau kebutuhan hidup layak tidak bisa dipenuhi di tempat dia bekerja, maka tanggung jawab di rumah yang harus ditunaikan dia harus cari peluang lain untuk bisa nenutup kebutuhannya," kata Anies secara virtual di acara serial diskusi 'Membedah Praktik Korupsi Kepala Daerah' yang digelar di Hotel Grand Tjokro Yogyakarta, Kamis (8/4). 
 
Anies mengatakan, bila suatu kewenangan dipandang sebagai cara untuk mendapat pendapatan tambahan, hal itu akan menjadi masalah. Misalnya kebutuhan hidup seseorang Rp10 juta per bulan, sedangkan pendapatan Rp7 juta, maka selisih Rp3 juta ini bisa diperoleh lewat kewenangan yang dimiliki. 
 
"Solusinya adalah meningkatkan pendapatannya sehingga kebutuhannya tertutup. Alhamdulillah, di Jakarta solusinya adalah dengan pendapatan ASN dibuat setara dengan pendapatan bagi kegiatan-kegiatan lain yang ada di Jakarta. Intinya dibuat cukup. Jangan sampai kurang," katanya. 
 
Anies mengatakan, unsur kedua penyebab korupsi adalah keserakahan ini. "Serakah itu sesutu yang tidak ada ujungnya. Cara menghadapinya adalah dengan hukuman yang berat, sanksi yang tegas, sanksi yang tidak pandang bulu," katanya. 
 
Anies mengatakan unsur ketiga adalah sistem. Menurutnya, sistem ini bukan karena kebutuhan dan keserakahan. "Tapi karena proses yang dikerjakannya, kondisi yang dihadapinya bisa membuat dirinya dinilai, bahkan terjebak, di dalam praktik korupsi," katanya. 
 
Anies mengatakan, DKI Jakarta telah melakukan pencegahan dengan melakukan smart planning, smart budgeting, smart procurement.
 
"Jadi mulai perencanaan sudah didigitalisasi, saat penganggaran diteruskan sistem digital. Pengadaan juga begitu. Digitalisasi semua level biar bisa mengendalikan praktik di lapangan," katanya. 
 
Anies mengatakan, mereka yang memiliki niat untuk melakukan korupsi melihat tiga ruang atau unsur tersebut untuk membuat terobosan. 
 
"Jadi yang korupsi karena keserakahan itu kreativitasnya luar biasa. Sama dengan yang karena sistem, itu juga kreativitas luar biasa. Mereka mampu membuat terobosan dalam melangsungkan praktik korupsi. Tugas kita adalah terus menerus melakukan inovasi dalam mengendalikan praktik semacam itu," katanya. 
 
Anies mengatakan beberapa upaya pencegahan tindak korupsi telah dilakukan DKI Jakarta. Antara lain dengan merumuskan budaya yang disepakati semua jajaran. "Integritas, akuntabel, kolaboratif, inovatif, dan berkeadilan," katanya.  
 
Menurutnya, lima hal ini telah disepakati sebagai nilai yang harus dibiasakan, dilaksanakan, dalam keseharian, dan menjadi budaya organisasi.
 
"Budaya tidak otomatis muncul dalam satu hari, memerlukan proses pembiasaan. Harapannya ada rujukan nilai yang dipegang semua," katanya. 
 
Anies mengatakan, DKI Jakarta juga membentuk KPK ibu kota. Mereka bertugas membantu gubernur mengawasi dan memantau praktik-praktik korupsi di DKI. "Harapannya bisa melakukan pencegahan. Bila terjadi masalah, bisa bertindak dengan cepat," katanya.
454