Home Milenial Ajaran Baru, Pelajar di Maluku Belajar Secara Tatap Muka

Ajaran Baru, Pelajar di Maluku Belajar Secara Tatap Muka

Ambon, Gatra.com- Boleh jadi ini menjadi kabar gembira bagi seantero masyarakat Maluku. 
Bagaimana tidak, Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang menegaskan, untuk tahun ajaran baru pada Juni 2021 nanti akan berlangsung diseluruh sekolah proses belajar mengajar secara tatap muka. 
 
"Ajaran baru ditahun ini akan dilaksanakan belajar secara tatap muka bagi para pelajar," tegas Kasrul kepada wartawan di Ambon, Kamis (15/4)
 
Meski demikian Kasrul katakan, kewajiban untuk mentaati aturan protokol kesehatan tetap diperhatikan, sehingga pelaksanaan aktivitas belajar mengajar berjalan secara baik. 
 
Untuk itu, kata Kasrul, untuk  belajar yang nantinya diterapkan dalam tatap muka akan diatur dan disampaikan kepada seluruh pihak sekolah untuk dijalankan sesuai aturan yang ditetapkan.  
 
Sebelumnya,  (Plt) Kepala Disdikbud Provinsi Maluku, DR. Insun Sangadji yang mengatakan bahwa berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Mentri, bahwa proses belajar mengajar tatap muka tergantung kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda). Alasan nya kata Sangadji, karena Pemda lebih tahu apakah daerah sudah bisa melaksanakan tatap muka atau tidak.
 
Kebijakannya ada di Pemda, karena yang paling tahu kondisi dan kesiapan daerahnya adalah pemerintah daerah setempat, jelasnya.
 
Insun katakan, kemungkinan sebelum menerapkan proses belajar mengajar tatap muka, akan dilakukan simulasi khusus untuk Kota Ambon.
 
Memang tidak bisa sekaligus semua sekolah langsung terapkan proses belajar mengajar tatap muka, hal ini telah diingatkan pemerintah pusat. Karena kita tidak bisa mengambil resiko kalau semua sekolah serentak terapkan sekaligus, tandas Sangadji.
 
Salah satu orang tua siswa, Cici Nanulaita mengaku, senang dengan infoemasi yang disampaikan terkait tatap muka siswa belajar. 
 
Menurutnya, proses belajar mengajar secara daring tidak maksimal, dan sangat dikhawatirkan berdampak buruk bagi anak anak. 
 
"Saya rasa belajar online ini kurang begitu baik, karena anak anak yang belajar daring kurang konsentrasi akibat terkendala jaringan dan lain sebagainya, sehingga sangat baik jika sudah bisa tatap muka," kata Cici senang.
 
Cici berharap, tatap muka secepatnya diberlakukan dan sebagai orang tua akan terus mendampingi dan mengarahkan anak anaknya untuk tetap taat pada protokol kesehatan. 
 
, Gatra.com - Boleh jadi ini menjadi kabar gembira bagi seanteru masyarakat Maluku. 
Bagaimana tidak, Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang menegaskan, untuk tahun ajaran baru pada Juni 2021 nanti akan berlangsung diseluruh sekolah proses belajar mengajar secara tatap muka. 
 
"Ajaran baru ditahun ini akan dilaksanakan belajar secara tatap muka bagi para pelajar," tegas Kasrul kepada wartawan di Ambon, Kamis (15/4)
 
Meski demikian Kasrul katakan, kewajiban untuk mentaati aturan protokol kesehatan tetap diperhatikan, sehingga pelaksanaan aktivitas belajar mengajar berjalan secara baik. 
 
Untuk itu, kata Kasrul, untuk  belajar yang nantinya diterapkan dalam tatap muka akan diatur dan disampaikan kepada seluruh pihak sekolah untuk dijalankan sesuai aturan yang ditetapkan.  
 
Sebelumnya,  (Plt) Kepala Disdikbud Provinsi Maluku, DR. Insun Sangadji yang mengatakan bahwa berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Mentri, bahwa proses belajar mengajar tatap muka tergantung kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda). Alasan nya kata Sangadji, karena Pemda lebih tahu apakah daerah sudah bisa melaksanakan tatap muka atau tidak.
 
Kebijakannya ada di Pemda, karena yang paling tahu kondisi dan kesiapan daerahnya adalah pemerintah daerah setempat, jelasnya.
 
Insun katakan, kemungkinan sebelum menerapkan proses belajar mengajar tatap muka, akan dilakukan simulasi khusus untuk Kota Ambon.
 
Memang tidak bisa sekaligus semua sekolah langsung terapkan proses belajar mengajar tatap muka, hal ini telah diingatkan pemerintah pusat. Karena kita tidak bisa mengambil resiko kalau semua sekolah serentak terapkan sekaligus, tandas Sangadji.
 
Salah satu orang tua siswa, Cici Nanulaita mengaku, senang dengan infoemasi yang disampaikan terkait tatap muka siswa belajar. 
 
Menurutnya, proses belajar mengajar secara daring tidak maksimal, dan sangat dikhawatirkan berdampak buruk bagi anak anak. 
 
"Saya rasa belajar online ini kurang begitu baik, karena anak anak yang belajar daring kurang konsentrasi akibat terkendala jaringan dan lain sebagainya, sehingga sangat baik jika sudah bisa tatap muka," kata Cici senang.
 
Cici berharap, tatap muka secepatnya diberlakukan dan sebagai orang tua akan terus mendampingi dan mengarahkan anak anaknya untuk tetap taat pada protokol kesehatan. 
 
375