Home Kebencanaan Antisipasi lnsiden Kedung Ombo, lni Langkah Pemkab Tegal

Antisipasi lnsiden Kedung Ombo, lni Langkah Pemkab Tegal

Slawi, Gatra.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal, Jawa Tengah akan melatih warga di obyek wisata agar memiliki kemampuan penyelamatan di air (SAR air). Hal ini sebagai upaya untuk mengantisipasi kejadian seperti yang terjadi di Waduk Kedung Ombo, Boyolali.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tegal Saidiono mengatakan, pihaknya tidak secara khusus melakukan peningkatan keamanan di obyek wisata air yakni Pantai Purhawamba Indah (Purin).

Menurut dia, upaya menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung yang berwisata di Purin sudah dilakukan antara lain dengan menempatkan petugas yang mengamati pengunjung yang bermain air di pantai.

"Jadi yang main di tepi pantai nanti dijaga sama petugas pengamat. Peningkatan keamanan tidak ada yang istimewa, standar saja," kata Saidiono, Senin (17/5).

Meski demikian, kata Saidiono, upaya antisipasi tetap dilakukan belajar dari tragedi terbaliknya kapal wisata di Waduk Kedung Ombo Boyolali yang menewaskan sembilan orang.

Upaya itu yakni dengan melakukan sertifikasi terhadap warga yang biasanya menyewakan ban kepada pengunjung di Purin yang akan bermain air. Mereka akan dilatih agar memiliki kemampuan penyelamatan di air.

"Sebagian dari mereka ada yang punya kemampuan penyelamatan air, ada pula yang hanya bisa berenang tapi tidak bisa melakukan penyelamatan di air. Itu nanti kita rencananya akan sertifikasi agar memiliki kemampuan penyelamatan. Sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata kan harus CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability)," ujarnya.

Menurut Saidiono, berdasarkan pengalaman, saat ada pengunjung Purin yang terseret ombak besar saat sedang bermain air, warga yang menyewakan ban di kawasan wisata itu turut melakukan upaya penyelamatan. Sehingga keberadaan mereka bisa membantu petugas pengamat saat terjadi insiden yang mengancam keselamatan pengunjung jika seluruhnya sudah dilatih kemampuan penyelamatan sesuai standar yang berlaku.

"Ini rencananya kita mapping dulu. Inventarisir jumlah teman-teman yang menyewakan ban ini berapa. Setelah itu, kita kerja samakan dengan perguruan tinggi pariwisata dan kita latih. Ini catatan dari peristiwa di Kedung Ombo, supaya wisata aman," ujarnya.

Selain di obyek wisata Purin, langkah serupa juga akan dilakukan di obyek wisata Waduk Cacaban. Di obyek wisata yang terletak di Kecamatan Kedungbanteng ini bahkan sarana pra sarana yang tersedia menurut Saidiono sudah lengkap, seperti perahu penyelamat, tim SAR, dan pelampung untuk pengunjung yang menaiki perahu wisata.

"Kebetulan saat ini Cacaban sedang ditutup sampai Januari untuk wisatawan karena ada renovasi dari BBWS, Kementerian PUPR, jadi tidak ada wisatawan," ungkap Saidiono.

Adapun di obyek wisata favorit masyarakat lainnya yakni Guci, Saidiono juga memastikan sudah ada tim SAR yang siaga untuk mengantisipasi insiden yang menimpa pengunjung. "Tim SAR dari relawan, ada dari paguyuban pelaku wisata di sana," katanya.

Seperti diberitakan, sebuah perahu wisata yang mengangkut 20 orang terbalik di Waduk Kedung Ombo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Sabtu (15/5). Dalam kejadian ini, sembilan orang ditemukan tewas dan 11 lainnya berhasil diselamatkan.

Pasca peristiwa tragis tersebut, kawasan waduk seluas 6.576 hektar itu langsung ditutup untuk wisatawan karena dianggap tidak menerapkan prosedur keselamatan dan melanggar protokol kesehatan.


 

1143