Home Info Satgas Covid-19 Krisis Tabung Oksigen, Dinkes Banjarnegara Siap Fasilitasi RS

Krisis Tabung Oksigen, Dinkes Banjarnegara Siap Fasilitasi RS

Banjarnegara, Gatra.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, Latifa Hesti Purwaningtyas menyatakan siap memfasilitasi rumah sakit yang mengalami krisis tabung oksigen yang kini tengah terjadi di wilayah lereng selatan Gunung Dieng ini. Krisis terjadi akibat tingginya pasien Covid-19 dan penyakit umum lainnya.

Dia mengakui, sepekan terakhir, terjadi rebutan tabung oksigen antar-rumah sakit. Tak hanya di Banjarnegara, kelangkaan tabung oksigen juga terjadi nyaris di seluruh daerah.“Sudah sejak seminggu yang lalu, tidak hanya Banjarnegara ya, semua rumah sakit memang rebutan tabung oksigen. Yang kita, yang kita salah satunya di PKU,” katanya.

Dia mengklaim telah menghubungi langsung Direktur Samator, distributor terbesar gas oksigen di wilayah Jawa Tengah. Dari hasil komunikasinya, permasalahan tersebut bisa diatasi dengan catatan ada koordinasi yang baik antara rumah sakit dengan distributor.“Dan Alhamdulillah, saya sudah calling ke kepalanya, Samator. Artinya saat itu, langsung didrop dari Samator,” ujarnya.

Menurut dia, pengelola rumah sakit diminta terus mengawasi dan mengupdate ketersediaan tabung oksigen agar jangan sampai menipis. Dengan begitu, ada selang waktu untuk pengadaan tabung oksigen tersebut.

Dia juga menegaskan, pemda akan membantu RS yang mengalami krisis tabung oksigen dengan kewenangan-kewenangan yang dimiliki.

“Dan saya di grup rumah sakit juga sudah mengatakan, ayo awasi ketersediaan stok tabung oksigen. Jangan sampai menipis. Karena semuanya sedang rebutan. Dan saya, izin Pak Bupati, kalau ada permasalahan, saya akan langsung telepon direkturnya,” tandasnya.

Latifa Hesti mengemukakan, ada empat rumah sakit rujukan Covid-19 di Banjarnegara dengan kapasitas total sekitar 200 tempat tidur. Adapun pasien Covid-19 yang dirawat di RS mencapai 168 orang.

Menurut dia, ada ketidakakuratan data di Pemprov Jateng perihal jumlah pasien Covid-19 dirawat yang disebut mencapai 400 orang lebih. Menurut dia, itu disebabkan data-data lama belum diperbarui.

“Saya sudah meminta agar rumah sakit segera mengupadate data terbaru dengan mengeluarkan pasien data lama. Tapi mungkin yang di sana belum dikeluarkan,” ungkapnya.

Diketahui, terjadi kelangkaan tabung oksigen di Banjarnegara. Bahkan, sejumlah rumah sakit harus mencari alat bantu napas itu hingga luar daerah dan melibatkan banyak relawan dari berbagai kelompok masyarakat.