Home Kesehatan Terima Paket Bantuan Obat Gratis untuk Pasien Isoman, Ini Isinya

Terima Paket Bantuan Obat Gratis untuk Pasien Isoman, Ini Isinya

Purwokerto, Gatra.com - Pemerintah Kabupaten Banyumas menerima bantuan 450 paket obat gratis untuk pasien Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Paket tersebut akan disalurkan oleh aparat TNI, yang bekerja sama dengan puskesmas setempat.

Bupati Achmad Husein mengatakan, bantuan paket obat gratis yang telah diterima dari pemerintah pusat tersebut hanya simbolis. Rencananya, Banyumas akan menerima 3.000 paket obat untuk pasien isoman.

"Yang betul-betul bantuan 3.000 paket obat gratis itu nanti sambil berjalan," kata dia saat serah terima bantuan paket obat gratis di Pendapa Si Panji Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (22/7).

Bantuan obat gratis ini, kata dia, akan diberikan kepada warga yang kurang mampu yang sedang menjalani isoman. Selain itu, pihaknya akan membuka nomor aduan khusus bagi pasien isoman yang mengalami kendala dan membutuhkan obat secara cuma-cuma.

"Kita akan buka aduan khusus isoman. Jadi kalau ada masalah, nanti bisa telepon," ucapnya.

Ketua DPRD Banyumas, dr Budhi Setiawan menjelaskan, bantuan tersebut terdiri dari tiga paket. Paket pertama terdiri dari berbagai vitamin yang dibutuhkan oleh pasien isoman dengan PCR positif namun tidak bergejala Covid-19 atau orang tanpa gejala (OTG).

Paket kedua berisi vitamin dan obat untuk pasien isoman yang memiliki keluhan panas dan kehilangan penciuman disertai dengan hasil tes PCR positif. Penggunaan paket kedua ini harus berkonsultasi dan resep dokter khususnya dari puskesmas.

Sementara untuk paket ketiga berisi obat dan vitamin. Perbedaannya, bantuan obat ini ditujukan bagi pasien isoman dengan PCR positif yang mengalami keluhan panas dan batuk kering serta penggunaannya harus berkonsultasi serta mendapat resep dari dokter.

"Isinya, intinya, paket ini ada vitamin, zinc, paracetamol, obat batuk, antivirus dan antibiotik. Jadi, kalau untuk pasien dengan kondisi gejala sedang berat, semuanya ada," ujarnya.

Menurutnya, meskipun paket obat gratis sudah tersedia, pemerintah daerah tidak akan bergantung pada bantuan dari pemerintah pusat. Sebab, selama kasus penularan Covid-19 masih tinggi, maka pasien bakal terus bertambah.

"Pemerintah tetap akan mengadakan (obat). Nanti, dari puskesmas, RT/RW juga harus proaktif mencari kasus yang positif tapi tidak melapor, karena yang berobat di RS swasta jumlahnya juga tidak sedikit. Setiap hari harus dipantau terus jumlah kasus yang baru," ujarnya.

1352