Home Ekonomi Diresmikan, Jembatan Plipiran Bakal Pantik Pariwisata dan Ekonomi Banjarnegara

Diresmikan, Jembatan Plipiran Bakal Pantik Pariwisata dan Ekonomi Banjarnegara

Banjarnegara, Gatra.com – Jembatan Kali Clapar resmi beroperasi ditandai dengan diresmikannya jembatan yang populer disebut ‘Jembatan Plipiran’ ini, Jumat (27/8). Peresmian dilakukan oleh Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono.

Selain menjadi jalur alternatif ke objek wisata Dieng, jembatan ini diharapkan juga membangkitkan ekonomi masyarakat di sepanjang jalur. Sebab, transportasi orang, barang dan jasa di Kecamatan Madukara dan Pagentan akan lebih mudah.

Beroperasinya jembatan ini disambut hangat oleh masyarakat sekitar. Ini terlihat dalam prosesi peresmian ini. Masyarakat Kutayasa, Limbangan dan sekitarnya (Kecamatan Madukara), juga Desa Larangan, Plumbungan dan sekitarnya (Kecamatan Pagentan), bahkan ada warga dari kabupaten tetangga turut hadir pada acara syukuran peresmian jembatan itu.

Jembatan Plipiran yang membentang gagah sepanjang 60 meter dengan lebar 7 meter tersebut, mampu menahan beban hingga 30 ton, dengan masa pakai efektif diperkirakan 50 tahun ke depan.

Bupati Budhi Sarwono menjelaskan, proses pembangunan jembatan sudah mencapai 100 dan diresmikan hari ini, lebih cepat dua bulan dari target selesai Bulan Oktober.

"Hari ini hari yang sangat keramat, Jumat Kliwon, saya resmikan jembatan ini. Monggo Panjenengan perhatikan, saat ini kita sedang berada di tengah-tengah jembatan megah, hasil pembangunan kita bersama. Monggo Panjenengan semua amati, Pak Bupati ingin bertanya, untuk siapa jembatan ini dibangun? apa untuk Pak Bupati? apa untuk Pak Camat, Pak Kades? Bukan. Jembatan ini dibangun tidak lain adalah untuk rakyat, untuk membantu perekonomian rakyat," katanya, Jumat (27/8).

Dia juga meminta para kades mengajak warganya untuk kreatif, sehingga perekonomian dapat tumbuh. Akses jalan yang sudah bagus, jangan hanya digunakan untuk jalan-jalan, tapi sedapat mungkin mendatangkan fungsi ekonomi.

"Pak Bupati ingin menantang Pak Kades dan semua warga masyarakat. Sekarang jalan sudah bagus, jembatan sudah bagus, kira-kira setahun lagi, hal kreatif apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan perekonomian,” ucap dia.

Bupati yakin akses jalan dan jembatan yang representatif akan membuat sektor lain di luar ekonomi akan meningkat. Misalnya, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

“Semoga di daerah ini bisa meningkat dan bersaing dengan daerah lainnya. Monggo itu semua Panjenengan yang menentukan. Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri," pesan bupati.

Pujianto, Kades Limbangan, menuturkan masyarakat sangat berterima kasih dengan peresmian Jembatan Plipiran. Begitupun dengan desa-desa yang sejalur yang sudah lama menantikannya.

"Kami beserta warga sangat berterima kasih kepada Pemkab terutama Bupati Budhi Sarwono, yang sudah memberikan perhatian besar pada masyarakat.

Pujianto berharap, dengan dibukanya jembatan tersebut, masyarakat segera menikmatinya untuk akses orang dan barang, sehingga mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Diketahui, pembangunan Jembatan Plipiran tersebut masuk dalam kegiatan Peningkatan Jalan se-Kecamatan Madukara, dengan total nilai kontrak awal Rp14.197.181.000. Waktu pelaksanaan selama 210 hari kalender. Khusus item jembatan tersebut, sumber dana dianggarkan dari APBD kabupaten, sebesar Rp6,7 miliar. Bentang jembatan sekitar sepanjang 60 meter dengan lebar 7 meter.


 

988