Home Hukum Terungkap Peran Benny Wenda dalam Kudeta TPNPB-OPM Goliath Tabuni

Terungkap Peran Benny Wenda dalam Kudeta TPNPB-OPM Goliath Tabuni

Ilaga, Puncak Jaya, Gatra.com- Terungkap peran Benny Wenda, Ketua United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP  dalam kudeta di tubuh kelompok yang menamakan dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

"Semua ini permainan Benny Wenda dan kelompoknya. Karena setelah Benny Wenda bentuk West Papua Army tidak ada dukungan dari TPNPB, maka mereka bikin KTT Tandingan TPNPB di Paniai untuk tujuan kudeta. Tapi mereka tidak punya pasukan dan juga tidak punya markas-markas," kata Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom, 12/09.

Kisruh ini bermula ketika kubu TPNPB-OPM tandingan menyatakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) – I di Biak tidak sah dan ilegal. Alasannya, KTT Biak sepihak atau sekelompok orang TPNPB. Dan tidak ada surat mandat dari Kodap IV Paniai, dan panglima Goliath Tabuni tidak mendukung KTT Biak.

Mereka pun menggelar, KTT 1 Paniai yang menurut mereka  luar biasa. Mereka mengklaim, seluruh daerah pertahanan militer Tentara Pembebasan Nasional (TPN) OPM semua hadir dan tiga pimpinan besar TNPB-OPM, TPNPB OPM, dan Dewan militer hadir. "Mereka sepakat memilih panglima tertinggi West Papua,” ujar Damianus Yogi, Sabtu, 21/08.

Tiga komando sayap militer West Papua menciptakan pimpinan muda handal, patriotik dan revolusioner. Akhirnya, Damianus Yogi dikukuhkan sebagai panglima tertinggi West Papua menggantikan Jenderal Goliath Namaan Tabuni. Tiga komando sayap militer Papua Barat, secara resmi diakui sebagai panglima tertinggi militer Papua barat atas instruksi ULMWP.

"Jadi kami anggap bahwa mereka itu agen TNI Polri, yang berusaha hancurkan eksistensi perang pembebasan nasional bangsa Papua yang dilaksanakan oleh pimpinan dan pasukan TPNPB OPM," kata Sebby Sambom. Menurutnya mereka hanya eksis di media sosial dan tidak membumi. Sebby menjuluki aktivis 'kota' itu sebagai kelompok abu-abu.

TPNPB-OPM pimpinan Goliath Tabuni 'ngamuk' terhadap Benny Wenda karena sebelum kudeta di Paniai juga mengangkat orang lain sebagai panglima tertinggi. Saat itu Benny yang mengangkat diri sebagai presiden sementara Republik West Papua membentuk kabinet menyebutkan Departemen Pertahanan Papua Barat akan diisi komandan militer yang memimpin Tentara Papua Barat dengan Panglima Tertinggi Jenderal Mathias Wenda.

Gerakan Benny Wenda yang membentuk pemerintahan di negara asing ini ditolak TPNPB OPM. Markas Pusat Komando Nasional TPNPB mengecam keras klaim Ketua ULMWP yang mendeklarasikan pemerintah sementara Republik West Papua.

Kepala Staf Umum Komnas TPBNPB - OPM Mayjen Terryanus Satto mengatakan, deklarasi pemerintahan sementara dan penunjukan Benny Wenda sebagai presiden sementara adalah sebuah kegagalan kelompok itu. "Kami tidak mengakui klaim itu," kata Terryanus Satto saat itu.

TPNPB - OPM tidak mengakui klaim Benny Wenda karena deklarasi tersebut diumumkan di negara asing yakni Inggris. Deklarasi Benny Wenda dan ULMWP tak mempunyai legitimasi dari mayoritas bangsa Papua, dan dilakukan di luar wilayah hukum revolusi nasional Papua Barat. "Benny Wenda adalah warga negara Inggris. Warga negara asing tidak bisa menjadi presiden Republik Papua Barat," dia menjelaskan.

Terryanus Satto juga mengatakan bahwa deklarasi pembentukan pemerintah Republik West Papua tapi dilakukan di Inggris tidak logis. "Tidak bisa diterima akal sehat," tegasnya.

Sejak itulah perseteruan Benny Wenda dengan ULMWP-nya dengan TPNPB-OPM meruncing. Gerakan ULMWP berbasis di zona nyaman perkotaan bahkan di luar negeri mengundang kecaman dari TPNPB-OPM sebagai kelompok abu-abu. Karena TPNPB-OPM merasa yang berdarah-darah di Papua, tetapi mereka menjualnya lewat media sosial.

"Kelompok abu-abu itu mereka tidak tahu kerja, tapi hanya klaim di sosial media. Dan mereka-mereka itu tidak punya basis. Dan tidak punya medan perang. Dan juga tidak punya markas di hutan-hutan. Orang-orang itu tinggal di kota dan hanya klaim mengklaim. Dan mereka orang-orang yang gagal paham," kata Sebby Sambom.

12217