Home Ekonomi Kapal Perang Asing Berkeliaran, Nelayan Natuna Takut Melaut

Kapal Perang Asing Berkeliaran, Nelayan Natuna Takut Melaut

Natuna, Gatra.com - Sejumlah nelayan Kabupaten Natuna, Kepri mengaku takut melaut, lantaran sering berhadap-hadapan langsung dengan Kapal perang China di laut Natuna Utara. Tak jarang, nelayan lokal merasa was was saat berpapasan dengan konvoi Armada perang negara tersebut.

Ketua Asosiasi Nelayan Natuna Henry mengatakan, pihaknya sering mendapat laporan kapal militer asing yang masuk ke dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia satu bulan terakhir. Nalayan merasa lokasi tangkapan ikan mereka sudah tidak aman. Para nelayan sangat mengharapkan perhatian pemerintah dalam menanggapi masalah ini.

"Para nelayan juga sempat mengabadikan melalui video seluler saat berpapasan dengan 6 kapal perang China, pada Senin (13/9) lalu. Dalam video saat itu, sekelompok nelayan berada di koordinat 6.17237 Lintang Utara dan 109.01578 Bujur Timur. Yang terlihat jelas dalam video adalah kapal destroyer Kunming-172 karena berada paling depan dalam formasi," katanya, saat dihubungi Gatra.com, Kamis (16/9).

Keberadaan kapal perang milik China ini, kata Henry, sangat berpengaruh dengan hasil tangkapan ikan sebagian besar nelayan. Sebab, nelayan terpaksa menghindar dari lokasi tangkap ikan saat ada kapal militer asing melintas, karena konvoi kapal perang acap kali tidak memperdulikan sekitar.

"Terpaksa nelayan lokal cepat-cepat menggulung tali pancing saat kapal militer asing itu melintas. Otomatis hasil tangkapan menurun lantaran nelayan kita biasa menangkap ikan dengan alat tangkap tradisional yang sangat mengedepankan kearifan lokal, untuk menjaga sumber daya yang berkelanjutan" ujarnya.

Para nelayan, lanjut Henry, sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah Indonesia untuk menanggapi keberadaan kapal militer asing di perairan yang masuk teritorial Indonesia. Upaya pemerintah untuk dapat menanggapi keluhan masyarakat nelayan dinilai masih jauh dari ekspetasi.

"Karena dengan hilir-mudiknya kapal perang ini, nelayan sangat tidak tenang dalam mencari nafkah dan untuk menutupi biaya oprasional saat melaut. Produktifitas nelayan lokal juga sangat terganggu, belum lagi kapal ikan asing juga selalu melakukan provokasi saat masuk perairan Natuna Utara," tuturnya.

Sementara itu, Penjaga Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan pangkalan Batam mengaku belum mengetahui dengan adanya kapal militer asing yang sering melakukan aktifitas patroli di laut Natuna Utara. Mereka juga mengatakan belum ada laporan dari nelayan terkait hal itu.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS