Home Info Sawit Kebun Petani Sawit Swadaya di Muba Capai 40 Persen

Kebun Petani Sawit Swadaya di Muba Capai 40 Persen

Palembang, Gatra.com- Lahan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hingga kini tercatat mencapai 40 persen dimiliki oleh petani sawit swadaya.

Hal itu dikatakan Bupati Muba, Dodi Reza Alex saat peluncuran buku berjudul Musi Banyuasin 2030: World Capital of Sustainable Energy Based on Palm-Oil (BOP) atau Ibu Kota Dunia Energi Baru Terbarukan (EBT) di Hotel Santika Premiere Palembang, Kamis (30/9).

Menurutnya, wilayah yang dipimpinnya tersebut telah menjadi percontohan pertama di Tanah Air yang melaksanakan peremajaan kelapa sawit rakyat sejak tahun 2017 lalu yang disaksikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo atau Jokowi. “Di Muba ada 443.000 hektare perkebunan kelapa sawit dan 40 persennya itu milik petani swadaya,” ujarnya.

Dijelaskannya, bahkan hampir 50 ribu hektare perkebunan milik petani Muba sudah diremajakan dan saat ini telah menghasilkan sawit yang sangat berkualitas.

“Alhamdulillah, saat ini program ini sangat berhasil dan dinikmati betul oleh petani rakyat di Muba dengan hasil yang sangat maksimal. Realisasi capaian perkembangan pelaksanaan PSR (Peremajaan Sawit Rakyat) 2017 hingga 2021 cp/cl seluas 15.435,6703 hektare dengan jumlah pekebun 6.858. Tumbang chipping luas (Ha) 15.081,6763, sudah tanam luas 14.640,0562. Harga kelapa sawit Rp2.525,7 per Kg,” katanya.

Begitu juga yang lainnya, lanjutnya, Muba sejak tiga tahun lalu sudah menyiapkan hilirisasi kelapa sawit diolah menjadi EBT berupa biofuel berbasis sawit. Saat ini sedang memasuki uji coba penggunaan di kendaraan (biogasoline) dan pesawat (bioavtur).

Kini, pemerintah kabupaten setempat juga mendorong pembangunan pabrik PKS-IVO berkapasitas 45 ton perjam sebagai bahan baku bensin kerja sama antar KUD-BUMD-Swasta. Saat ini pun pabriknya sudah disiapkan dan dikelola sendiri oleh petani rakyat Muba.

“Energi fosil semakin menipis. Nah, hilirisasi kelapa sawit menjadi biofuel ini merupakan realisasi nyata Muba menjadi Ibu Kota Dunia EBT pada 2030 mendatang,” ujarnya.

Petani sawit rakyat Muba, sambungnya, akan menjadi tuan rumah di daerah sendiri, mengingat hilirisasi kelapa sawit menjadi biofuel menggunakan teknologi biohydrocarbon ini merupakan bagian Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Yahun 2021.

“Prinsipnya, ini semua dilakukan demi kesejahteraan petani sawit rakyat di Muba dalam persiapan menghadapi tahun 2030 mendatang. Ini juga bentuk jawaban embargo dunia terhadap komoditas kelapa sawit Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel, Herman Deru yang hadir pada Paripurna HUT Muba ke-65 belum lama ini mengapresiasi atas program replanting atau Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Muba.

“Saya juga menaruh bangga atas program replanting itu. Artinya, Muba siap menyongsong energi terbarukan. Karena di tahun 2060 nanti kita harus siap untuk energi terbarukan, sudah ada kesepakatan tak boleh lagi menggunakan energi fosil,” katanya.