Home Kesehatan Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Kosong, Warga Diminta Tetap Waspada

Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Kosong, Warga Diminta Tetap Waspada

Pekalongan, Gatra.com - Rumah sakit rujukan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah tak lagi merawat pasien Covid-19 seiring dengan terus menurunnya jumlah kasus. Namun, masyarakat tetap diminta waspada penyebaran Covid-19 varian baru.

Direktur RSUD Bendan Kota Pekalongan, Junaedi Wibawa mengatakan, jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat terus menurun drastis. Bahkan, sepekan terakhir, sudah tidak ada lagi pasien yang dirawat.

“Dalam minggu ini yang terkonfirmasi positif, baik yang di ruang ICU maupun di ruang isolasi biasa di RSUD Bendan sudah nol pasien Covid-19," ujar Junaedi di sela penyerahan bantuan tabung oksigen dari Bank Indonesia (BI) Tegal, di Kantor Wali Kota Pekalongan, Senin (4/10).

Menurut Junaedi, pasien yang masuk ke rumah sakit dalam beberapa hari terakhir biasanya kondisinya suspect. Setelah dilakukan tes PCR, hasilnya negatif Covid-19.

"Di IGD pasien yang masih menunggu hasil PCR ada empat orang, di mana hampir semuanya bukan penduduk Kota Pekalongan,” ungkapnya.

Kendati rumah sakit sudah mulai nihil pasien Covid-19 dan jumlah kasus melandai, Junaedi meminta masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan ketat dalam setiap aktivitas sehari-hari yang sudah mulai dilonggarkan. Hal ini untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19.

“Memang dilihat dari penegakkan diagnosis dari tracing memang seolah-olah tidak ada angka positif, tetapi tetap kita harus waspada, karena Kota Pekalongan ini merupakan kota transit dan kota perdagangan. Dari daerah lain juga sering banyak yang datang. Terlebih saat ini pusat perbelanjaan sudah dibuka," ujarnya.

Menurut Junaedi, pengalaman negara-negara lain yang kasusnya kembali meledak saat protokol kesehatan mulai dilonggarkan harus menjadi pembelajaran agar tidak terjadi di Indonesia.

"Apalagi sudah muncul beberapa varian baru. Setelah kemarin varian Delta, sekarang sudah muncul varian lain yang kemungkinan masih bisa menularkan walaupun sebagian besar masyarakat kita sudah divaksin,” ujarnya.

1364