Home Info Sawit Airlangga Sebut Potensi Pasar Bioavtur Sawit J2.4 Capai Rp1,1 Triliun per Tahun

Airlangga Sebut Potensi Pasar Bioavtur Sawit J2.4 Capai Rp1,1 Triliun per Tahun

Jakarta, Gatra.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengapresiasi keberhasilan uji terbang pesawat CN235-220 Flying Test Bed (FTB) dari Bandung ke Jakarta. Penerbangan itu memakai campuran bioavtur 2,4% (J2.4) dari minyak inti sawit.

“Kita patut bangga bahwa hari ini bisa menyaksikan keberhasilan anak bangsa dalam pembuatan bioavtur J2.4, yang telah diujiterbangkan dengan pesawat CN235-220,” kata Airlangga dalam sambutannya di ‘Seremoni Keberhasilan Uji Terbang CN235 Menggunakan Bahan Bakar Bioavtur 2,4%’ pada Rabu (6/10).

Dia menambahkan, keberhasilan uji terbang bioavtur memberikan kepercayaan terhadap kemampuan Indonesia dalam memanfaatkan sumber daya domestik, khususnya minyak sawit. Upaya ini juga dilakukan untuk membangun ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Menurut Airlangga, keekonomian bioavtur J2.4 harus terpenuhi dengan memanfaatkan segala fasilitas yang telah diberikan pemerintah, seperti super tax deduction untuk riset maupun insentif nonfiskal. Sehingga, hal itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berkat pengurangan impor energi.

“Dengan perkiraan konsumsi avtur harian sekitar 14 ribu kiloliter, maka potensi pasar bioavtur J2.4 akan mencapai sekitar Rp1,1 triliun per tahun. Tentunya akan menjadi pangsa pasar yang besar bagi pengembangan industri sawit nasional,” imbuhnya.

Airlangga mengatakan, kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan pemerintah telah dilaksanakan secara baik dalam kegiatan uji terbang memakai bioavtur. Sehingga, bisa menjadi salah satu upaya guna mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berbasis riset dan inovasi.

“Keberhasilan katalis MerahPutih dan uji terbang dengan memakai J2.4 merupakan momentum yang telah disaksikan masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi langkah awal peningkatan kontribusi biofuel bagi transportasi udara,” katanya

Sebagai informasi, proses pengembangan bioavtur dilakukan di unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT) Refinery Unit (RU) 4 Cilacap, PT Pertamina (Persero). Pengembangan ini melibatkan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menciptakan katalis ‘MerahPutih’ untuk pembuatan bahan baku 2,4% minyak inti sawit atau refined bleached deodorized palm kernel oil (RBDPKO).