Home Kebencanaan Jelang Musim Bencana, Cilacap Terkendala Armada Tangki

Jelang Musim Bencana, Cilacap Terkendala Armada Tangki

Banyumas, Gatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, telah mempersiapkan sebaik mungkin menghadapi bencana pada musim hujan kali ini. Persiapan itu di antaranya, kesiapsiagaan personel, relawan, hingga mitigasi bencana berbasis desa.

Namun, diakui Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Wijonardi, masih ada sejumlah kendala dalam persiapan siaga dan penanganan bencana tersebut. Salah satunya keterbatasan jumlah alat pendukung penanganan bencana, yakni armada tangki air bersih.

“Masih dihadapkan beberapa kendala, BPBD ya. Pertama tangki hanya punya tiga unit. UPT BPBD ada empat,” katanya, Selasa (19/10).

Wijonardi mengatakan sebagai daerah terluas di Jawa Tengah dan paling tinggi risiko bencananya, Cilacap hanya punya tiga tangki air bersih. Sementara, daerah lain yang lebih sempit dengan jumlah penduduk lebih minim punya lebih banyak dari Cilacap.

“Kabupaten lain itu, Demak itu punya delapan tangki, Boyolali punya lima atau enam tangki. Saya wilayah terluas di Jawa Tengah, bersama Brebes, cuma punya tiga,” kata Wijonardi.

Dia menjelaskan, tangki air bersih tidak hanya berguna saat bencana kekeringan atau krisis air bersih. Tangki air bersih juga akan sangat berguna saat terjadi bencana alam lain, seperti banjir dan longsor, untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak, atau berada di pengungsian. Saat terjadi bencana, sering terjadi sumber air bersih warga terganggu dan tidak bisa digunakan.

“Padahal tangki itu kan bukan hanya mengirim saat musim kemarau. Tapi ketika banjir itu kan mereka juga butuh air bersih, untuk minum,” ungkapnya.

Wijonardi mengemukakan, BPBD telah mengusulkan penambahan armada. Namun, diperkirakan usulan tersebut baru akan terealisasi tiga tahun mendatang. Idealnya Cilacap memiliki setidaknya delapan tangki air bersih.

“Mohon dimaklumi kalau dalam pelayanannya tidak bisa maksimal. Karena memang jumlah armada terbatas,” ujarnya.

1217