Home Hukum Pasca Mahasiswa UNS Meninggal, Kegiatan Menwa Disetop

Pasca Mahasiswa UNS Meninggal, Kegiatan Menwa Disetop

Karanganar, Gatra.com - Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Ahmad Yunus mengatakan kegiatan pendidikan dasar resimen mahasiswa (Diksar Menwa) dihentikan sementara, setelah seorang pesertanya meninggal dunia. Tak hanya diksar Menwa, namun seluruh kegiatan organisasi kemahasiswaan yang melibatkan fisik distop dulu guna evaluasi.

"Sementara dihentikan (Diklat Menwa). Terutama kegiatan fisik di lapangan. Semuanya (kegiatan kemahasiswaan melibatkan fisik). Enggak sampai dibekukan. Kita evaluasi semuanya semua. Yang kurang dilengkapi," katanya kepada wartawan di rumah duka, Senin sore (25/10).

Diberitakan, mahasiswa K3 Sekolah Vokasi UNS bernama Gilang Endi Saputra meninggal dunia saat diklat. Kegiatan yang sedianya berlangsung 23-31 Oktober itu dihentikan untuk dievaluasi. Yunus mengatakan, penghentian berlaku untuk segala kegiatan kemahasiswaan yang melibatkan fisik.

Ia mengakui memberi izin diklat Menwa yang berkegiatan di dalam kampus. Mengenai venue di Jurug yang merupakan lokasi luar kampus, ia mengatakan masih ditoleransi. Sebab letaknya tidak jauh dari kampus dan masih di lingkup bantaran Bengawan Solo.

Yunus mengatakan UNS menanggung semua biaya otopsi hingga pemakaman Gilang. Ia sendiri menunggu proses otopsi di RS Moewardi. "Kita menunggu hasil autopsi dari kepolisian. Musah-mudahan segera terungkap penyebab kematian almarhum," katanya.

Sementara itu Sunardi, ayahanda Gilang mengatakan putranya itu sangat bersemangat mengikuti diklat Menwa. Sesaat sebelum berangkat, Gilang menyempatkan diri memangkas rambut. Ia juga meminta disiapkan sepatu outdoor.

"Kebetulan di dalam kotak masih ada yang baru. Sepatu itu kemudian saya semir. Ini punya saya waktu masih bertugas. Kebetulan ukuran kaki kami sama. Mas (Gilang) semangat sekali. Cukur rambut pula malam itu," kata sang ayah.

1631