Home Info Sawit Memadu Rasa Mitra Setara

Memadu Rasa Mitra Setara

Pekanbaru, Gatra.com - Bisa jadi misi intensifikasi perkebunan kelapa sawit yang kini digeber oleh pemerintah itu, bakal segera berhasil.

Sebab perusahaan raksasa sekelas Sinarmas Agribusiness Food, sudah langsung menjalankan misi itu. Tak hanya membagusi tatakelola kebunnya agar produksi semakin gendut, petani plasma dan bahkan petani swadaya di sekitar perusahaan juga dirangkul.

Bagi Sinarmas, pola ini disebut kemitraan strategis. Artinya, seperti apa nanti produktifitas kebun milik Sinarmas, bakal segitu juga hasil produksi kebun plasma dan koperasi swadaya tadi.

Sebab yang namanya mitra, Sinarmas tentu bakal mengawal semua kebun itu biar terkelola dengan baik dan hasilnya pun maksimal.

Maka tak salah jika dibilang, misi pemerintah akan lekas kesampaian, apalagi jika perusahaan lain bergegas mengikuti jejak Sinarmas itu.

Kemarin, dari pagi hingga malam, 22 koperasi --- 18 KUD plasma dan sisanya koperasi swadaya --- dikumpulkan dalam momen gathering di salah satu hotel di Pekanbaru, Riau.

Tak hanya dicekoki ilmu soal Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), mereka juga dibekali ragam ilmu soal rencana jangka panjang kelapa sawit Indonesia berkelanjutan.

Biar hasil kemitraan strategis itu semakin moncer, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) digandeng untuk mengawal dan memberikan masukan.

Sebetulnya pola semacam ini bukan kali pertama dilakukan Sinarmas.Sebelumnya KUD Gajahmada di Kalimantan Selatan dan koperasi swadaya di Kandis Kabupaten Siak, Riau, sudah lebih dulu merasakan.

Yang pasti, koperasi yang bermitra strategis dengan Sinarmas enggak akan pernah bermasalah soal checking bank. Sebab perusahaan ini sudah langsung pasang badan, menjamin.

Malah petani yang tak kebagian duit PSR juga ditalangi, duit untuk membutuhi kebutuhan sehari-hari selama kebun belum menghasilkan, juga diberikan meski dalam bentuk pinjaman. Besar kecilnya pinjaman itu tergantung kesepakatan.

"Kami berharap semakin bertambah kebun-kebun petani swadaya yang menjadi mitra strategis Sinarmas. Dengan begitu, produktivitas akan meningkat sesuai tagline Plasma Strategis kami #lebih cepat gabung, lebih cepat untung," kata HY Sihotang saat didapuk bicara, kemarin.

Lebih jauh Plasma Controler Perkebunan Sinarmas Group Wilayah Riau ini menyebut, PSR sudah jadi harapan Indonesia dalam meningkatkan produksi sawit petani swadaya, Sinarmas akan dengan sekuat tenaga mendukung itu.

Vice President Bank Rakyat Indonesia (BRI) wilayah Riau, Marfis Antonius, yang hadir di acara itu mengucapkan terima kasih kepada Sinarmas yang sudah mempercayakan BRI sebagai bank mitra.

"Kami berharap kerjasama ini berkembang menjadi berbagai pola kerjasama. Kepada Apkasindo, kami ingin menjalin komunikasi yang lebih intens, biar petani anggota Apkasindo yang akan menjalani PSR, bermitra dengan BRI yang sudah hadir di semua kabupaten kota di Riau," katanya.

Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Manurung juga berterimakasih atas inisiasi Sinarmas merangkul petani swadaya.

"Hadirnya koperasi petani swadaya dalam mitra strategis Sinarmas, tentu menjadi terobosan luar biasa dan akan kami jadikan ini sebagai roel model pola kemitraan sawit ke depan," katanya.

Gulat bilang begitu lantaran bagi dia, konsep  kemitraan strategis yang dibikin Sinarmas, sudah memenuhi kriteria konsep kemitraan setara yang selama ini digadang-gadang oleh DPP Apkasindo kepada korporasi sawit.

"Lantaran itu pula saya berharap korporasi sawit lainnya di 22 DPW Apkasindo mengikuti jejak Sinarmas ini," pinta Gulat.

"Terus terang saya sangat kagum dengan strategi Sinarmas merangkul petani swadaya, terutama soal konsep talangan biaya hidup selama tanaman sawit belum menghasilkan dan jaminan kepada Bank Mitra. Dengan pola seperti ini, Sinarmas benar-benar sangat memahami kesulitan petani swadaya dalam mereplanting sawitnya dan ini patut ditiru korporasi sawit lain," Gulat bersaran.