Home Kebencanaan Diusulkan Sejak 2020, Tanggul yang Jebol Picu Banjir Lagi

Diusulkan Sejak 2020, Tanggul yang Jebol Picu Banjir Lagi

Cilacap, Gatra.com – Perbaikan empat titik tanggul di Sungai Cikawung dan dua titik di selokan 1 yang jebol dan menyebabkan banjir, ternyata sudah diusulkan untuk diperbaiki sejak tahun lalu, pasca-banjir besar November 2020.

Meski sudah diusulkan dua kecamatan, yakni Kecamatan Cimanggu dan Majenang, namun tanggul kritis dan jebol tersebut hingga kini belum diperbaiki sehingga menyebabkan empat desa di Kecamatan Majenang jadi langganan banjir.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Cilacap, Edi Sapto Prihono mengatakan sebelumnya sejumlah titik tanggul Sungai Cikawung jebol pada akhir 2020 lalu.

Dua kecamatan sudah mengusulkan agar Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWS) memperbaiki tanggul tersebut. Namun, belum sempat diperbaiki kini banjir sudah kembali terjadi.

“Sungai Cikawung itu menjadi kewenangan BBWS Citanduy, di Banjarpatroman nggih. Jadi memang kondisi tanggulnya, tanggul kritis. Kemarin belum sempat ditangani, sekarang sudah banjir lagi,” katanya.

Menurut Edi, saat ini lokasi sulit diakses alat berat karena intensitas hujan yang tinggi. Yang bisa dilakukan adalah penanganan darurat dengan tenaga manusia. 

Pihak BBWS Citanduy, kata Edi, sudah mensurvei lokasi.

“Iya, dari tahun sebelumnya malah sudah diusulkan dua kecamatan, karena posisinya di Rejasari, Kecamatan Cimanggu,” ujarnya.

Diketahui, banjir terjadi di empat desa di Kecamatan Majenang karena jebolnya empat titik tanggul di Sungai Cikawung dan dua titik di Selokan 1.

Selain menyebabkan banjir di Kecamatan Majenang, sebenarnya banjir juga terjadi di Kecamatan Cimanggu. Namun, karena hanya merendam kawasan perkebunan karet, maka banjir di Cimanggu dianggap tak serius.

“Kalau banjir berdampak di empat desa (di Kecamatan Majenang),” ungkap Edi.

1281