Home Pendidikan Jejak Tradisi dan Teknologi Peninggalan Era Mataram di Gumelem Difilmkan

Jejak Tradisi dan Teknologi Peninggalan Era Mataram di Gumelem Difilmkan

1447

Banyumas, Gatra.com – Peninggalan kerajaan Mataram Islam di Banjarnegara masih tampak nyata di Desa Gumelem, sebagai tanah bekas perdikan Kademangan Gumelem. Jejak itu diketahui dengan tinggalan tradisi batik Gumelem yang sudah banyak diketahui khalayak Selain batik, ada pula ada jejak tradisi lain yang belum banyak diungkap. Salah satunya tradisi pandai besi.

Sisi peradaban Mataram di Gumelem ini lantas difilmkan, sebagai bagian dari Program Organisasi PenggerakPenggerak (POP). Adalah Dian Agustin, Guru SMP Negeri 1 Mandiraja yang membuat film dokumenter tersebut.

Pada Sabtu (20/11/2021), tim merekam aktivitas Sukin yang merupakan pandai besi tertua di Dusun Karang Pace, Desa Gumelem. Menurut Sukin, keberadaan seni menempa logam menjadi alat-alat pertanian atau bedama telah dimulai sejak jaman Kademangan Gumelem. Sukin sendiri merupakan generasi ke tujuh.

"Kegiatan ini berjalan beriringan dengan seni pembuatan keris. Jadi, ada dua jenis penempa logam yang ada pada masa itu, yaitu empu pembuat bedama dan empu pembuat keris" jelas Sukin.

Seni menempa logam di Gumelem difokuskan pada penciptaan alat-alat pertanian karena kultur penduduk yang merupakan masyarakat agraris.

"Hal ini sesuai dengan arahan Demang Gumelem pada masa itu, yang menginginkan agar pemenuhan kebutuhan wilayah tersebut dilakukan secara mandiri dan tidak tergantung pada daerah lain," tambahnya.

Tak mengherankan jika hampir semua penduduk Dusun Karang Pace berprofesi sebagai pembuat bedama, dan kegiatan ini berlangsung secara turun temurun.

Dian Agustin mengungkapkan, dirinya ingin mengangkat tema ini agar nantinya siswa mampu memahami bahwa peninggalan Mataram Islam tidak hanya di Yogyakarta atau Solo saja, tapi di Banjarnegara juga ada.

"Juga ada nilai karakter yang ingin kami tanamkan tentang kemandirian. Harapannya setelah film ini jadi dan ditonton siswa, mereka termotivasi untuk berdikari sebagaimana warga Dusun Karang Pace," jelas Dian.

Sementara, Kepala SMPN 1 Mandiraja Suleman yang juga produser film ini mengatakan, setelah sekolahnya menjadi sasaran POP, ia semakin bersemangat untuk memperbanyak konten pembelajaran audiovisual di sekolahnya.

"Ini sejalan dengan apa yang sedang saya kembangkan. Kita ingin siswa memiliki literasi digital yang baik dan berkarakter. Karena ini jaman digital, maka pembelajaran kita pun harus menuju ke arah sana" ujar Suleman.


 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS