Home Kebencanaan BPBD Banjarnegara Pastikan Rumah Korban Longsor Bakal Direlokasi

BPBD Banjarnegara Pastikan Rumah Korban Longsor Bakal Direlokasi

Banyumas, Gatra.com – Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah memastikan dua rumah korban longsor di Desa Pagentan, Kecamatan Pagentan akan direlokasi. Sedang dibicarakan pula, relokasi untuk satu rumah lain yang berada di lokasi yang sama.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (BPBD) Banjarnegara, Ansri Sulistiyo mengungkapkan, berdasar kajian sementara lokasi dua rumah yang tertimpa longsor tersebut, tidak layak huni lantaran sangat berbahaya. Dua rumah tersebut mepet berada di bawah tebing tinggi dengan kemiringan 70-an persen. Sebab itu, di lokasi yang sama tidak layak dibangun bangunan baru karena sangat berbahaya.

“Yang bangunan dari kajian itu, tidak diperkenankan untuk dibuat bangunan kembali, akan dibuatkan kembali,” katanya, Senin (22/11).

Dia juga mengatakan, satu rumah lain di lokasi yang sama, rencananya juga akan direlokasi. Namun, relokasi itu juga butuh pembicaraan dengan yang bersangkutan.

“Itu masih dalam pembahasan, itu kita masih dalam pembahasan masih koordinasi dengan provinsi. Jadi kita mengobrolkan itu, untuk bisa penanganan,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, Pemkab Banjarnegara dan Pemprov Jateng berkoordinasi untuk mulai melakukan tahapan relokasi. Di antaranya, pencarian lahan calon lokasi relokasi dan kajian geologi terkait lokasi. Setelah itu, pemerintah masih akan melakukan tahapan lainnya.

“Kita pastikan relokasi, tapi (waktu) relokasi dan sebagainya, masih dibicarakan, belum final ya,”ucapdia.

Andri menambahkan tim masih membersihkan area dan melakukan penanganan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan. Dijadwalkan penanganan bencana longsor di lokasi selesai hari ini. Selanjutnya, penanganan pascabencana diserahkan kepada pemdes setempat.

Diberitakan sebelumnya, longsor tebing setinggi 25 meter menimpa dua rumah dan satu ruko di Desa Pagentan, Jumat sekitar pukul 21.30 WIB. Dalam peristiwa tersebut, empat orang meninggal dunia dan satu selamat dan hanya mengalami luka-luka. Evakuasi korban baru selesai pada Sabtu pagi (20/11).

Penanganan bencana masih terus berlangsung hingga hari ini. BPBD menetapkan tanggap darurat bencana selama tiga hari pasca-bencana dan akan menghentikan operasional posko penanganan bencana hari ini, Senin (22/11).

1421