Home Regional Tim Psikososial PMI Dampingi Penyintas Bencana Longsor Pagentan

Tim Psikososial PMI Dampingi Penyintas Bencana Longsor Pagentan

Banyumas, Gatra.com – Bencana tanah longsor yang menerpa warga di Desa Pagentan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (19/11) malam, meninggalkan trauma mendalam bagi penyintas.

PO (7) satu-satunya korban yang berhasil selamat saat keluarganya meninggal dunia akibat musibah tersebut. Anggota keluarga lain yang selamat, KR (17) tidak berada di rumah saat longsor terjadi. Serupa dengan PO, KR pun mengalami luka batin yang mendalam.

Pengurus PMI Kabupaten Banjarnegara, sekaligus Psikolog Gones Saptowati mengatakan, saat ini dua penyintas dalam pendampingan penuh oleh tim Psikososial PMI Kabupaten Banjarnegara bersama Ikatan Psikolog Klinis Jawa Tengah. Beberapa program dan teknik pendampingan akan dilakukan secara rutin dan berkala serta dengan berbagai metode dengan harapan proses pemulihan kondisi psikologis penyintas dapat berlangsung normal kembali.

"Ada dua penyintas yakni KR dan PO, salah satu penyintas yakni PO mengalami kejadian traumatis berulang, PMI bersama Tim Psikolog membuat program intervensi intensif guna membantu pemulihan kondisi psikologisnya" ujarnya, dalam keterangannya, Senin (22/11).

Pihaknya mengimbau, kepada masyarakat sekitar untuk ikut serta membantu proses pemulihan. Salah satu dengan tidak mengingatkan penyintas mengenai musibah yang telah merenggut keluarganya. "Dengan cara tidak kepo atau bertanya tentang kejadian karena akan mengguncang traumatis yang dialami," jelasnya.

Menurut dia, peran keluarga dekat juga diharapkan bisa menjadi support sistem dengan cara memberikan motivasi serta dukungan sesuai kebutuhan, membantu mengontrol pola istirahat dan asupan gizi yang cukup sehingga proses metabolisme tubuh kembali normal dan membantu proses pemulihan secara fisik.

Seperti diberitakan sebelumnya, musibah longsor terjadi di Pagentan, Banjarnegara dan menyebabkan empat korban. Tiga korban merupakan keluarga. Sementara, satu korban lainnya adalah bidan desa.

1192