Home Politik Survei CNN: Puas Kinerja Jokowi-Ma'ruf, Airlangga Moncer

Survei CNN: Puas Kinerja Jokowi-Ma'ruf, Airlangga Moncer

Jakarta, Gatra.com - Elektabilitas Ketua Umum (Ketum) Golkar, Airlangga Hartarto perlahan terdongkrak dengan moncernya kinerjanya yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam memulihkan perekonomian Indonesia di masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut terlihat dalam survei Citra Nusantara Network (CNN) yang melaksanakan jajak pendapat terhadap 2.010 responden terpilih dengan usia di atas 17 tahun, serta tersebar secara proporsional di 34 Provinsi di Indonesia sesuai data pemilih pada Pilpres 2019.

Chief Koordinator Penelitian Masyarakat Citra Nusantara Network (CNN) Dwi Harini mengatakan kualitas penelitian dilakukan dengan random check sebanyak 25% setelah data data diambil dari responden.

"Hasil penelitian dari 2.010 responden ditemukan fakta bahwa 82,7 % menyatakan puas dengan kinerja Pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin dalam menanggulangi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, serta sebanyak 9,9 % menyatakan tidak puas. Kemudian ada pula sebanyak 7,3 % tidak memberikan pendapat apapun," kata Dwi kepada pewarta, di Jakarta, Rabu (30/11).

Dwi mengatakan, penarikan sampel yang dijadikan responden dalam penelitian ini menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan tingkat kepercayaan 95% dan memiliki Margin of Error /- 2,19%.

“Penelitian dilakukan sejak  7-20 November 2021. Untuk mendapatkan data data survei, penelitian ini menggunakan kuesioner yang disodorkan kepada responden dengan tatap muka oleh para surveyor,” katanya.

Dikatakan bahwa preferensi masyarakat terhadap pilihan partai politik jika pemilu digelar hari dengan pertanyaan terbuka secara langsung kepada 2010 responden, maka hasil pilihan tersebut adalah sebagai berikut PDI Perjuangan tetap menjadi pilihan teratas dengan dipilih oleh 10,8% responden. 

Diurutan kedua Partai Golkar 10,4 %, Gerindra 9,4 %, Partai Demokrat 6,8 %, PKB 6,4 %, PKS 6,2 %, Nasdem 5,6 %, PAN 2,1 %, PPP 1,7 %, dan partai politik lainnya dibawah 1 %. Sedangkan yang tidak memilih sebanyak 34,6 %.

Sementara itu, kata dia, jika data hasil penelitian dari 2.010 responden ketika ditanyakan partai mana yang akan dipilih jika pemilu digelar hari ini dengan pertanyaan tertutup menggunakan kuesioner yang terdapat pilihan nama-nama parpol, maka hasilnya adalah sebagai berikut:

Sebanyak 15,2% memilih PDI Perjuangan, Golkar dipilih sebanyak 14,9 %, Gerindra 14,7%, Demokrat 8,8%, PKB 7,2 %, PKS 6,7%, Nasdem 6,3%, PAN 3,4%, PPP 2,9% sedangkan partai politik lainnya ada di angka bawah 2,5%. Sedangkan yang tidak memilih sebanyak 12,7%.

Dwi menjelaskan, dari hasil penelitian didapati bahwa alasan responden yang memilih parpol jika dilakukan pemilu hari ini mayoritas beralasan.

“Sekitar 19,8% responden masih melihat tokoh dalam partai politik ketika memberikan pilihan terhadap partai politik yang akan dipilih. Dimana pilihan responden terkoneksi dengan tokoh utama dalam parpol yang dipilih dan sebanyak 60,6 % responden memilih berdasarkan track record kader-kader parpol yang dicalonkan oleh parpol sebagai anggota legislatif,” katanya. 

Dan sejauh mana kader parpol yang saat ini terpilih sebagai anggota legislatif bekerja, untuk kepentingan masyarakat di daerah pemilihannya sementara sebanyak 19,6 % memilih didasarkan karena ideologi dan program partai.

Dia menjelaskan, walaupun pemilihan presiden masih tiga tahun lagi. Namun manuver dan wacana siapa bakal calon presiden (capres) 2024 sudah ramai didengungkan.

Dalam penelitian ini diukur juga seberapa besar preferensi publik terhadap tokoh tokoh dari berbagai latar belakang yang akan dipilih sebagai Presiden jika pilpres digelar hari ini, menurut hasil pilihan 2.010 responden ada 4 latar belakang tokoh yang bakal menjadi calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Diantaranya sebanyak kepala daerah dan menteri yang sukses memimpin dinginkan atau dipilih oleh sebanyak 30,9 %, kader partai politik yang mempunyai kekuatan politik dan pengaruh politik yang tinggi dinginkan dan dipilih sebanyak 12,8%, kalangan Militer/ Polri diinginkan dan dipilih sebanyak 30,2% dan serta dari kalangan profesional yang mempunyai modal sosial dan finansial kuat dipilih sebanyak 17,2%. Sedangkan yang tidak memilih sebanyak 8,9%.

Karena yang mempunyai hak untuk mengusung seorang Capres ada pada partai pemenang pemilu dan peserta pemilu 2019, hasil survei terhadap 2010 responden ketika ditanyakan tokoh tokoh mana yang punya potensi untuk maju sebagai Capres pada Pilpres 2024 nanti..

“Maka jawaban 2.010 responden sebanyak 90,8% menyatakan Prabowo Subianto akan maju sebagai Capres dari partainya, sebanyak 94,7% menyatakan Golkar akan mengusung Airlangga Hartarto sebanyak 48,9% PDIP akan mengusung Ganjar Pranowo sebanyak 51,1% akan mengusung Puan Maharani,” bebernya.

Sebanyak 92,8% PKS akan mengusung Anies Baswedan, Sebanyak 96,6% partai Demokrat akan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono, Sebanyak 87,3% PKB akan mengusung Muhaimin Iskandar, Sebanyak 20,9% Nasdem mengusung Anies Baswedan, dan sebanyak 40,8% Nasdem mengusung Ganjar Pranowo, 

Kemudian, sebanyak 32,8 % mengusung Airlangga Hartarto dan sebanyak 39,5 % PAN mengusung Erick Thohir, sebanyak 47,2 % mengusung Sandiaga Uno. Kemudian sebanyak 89,7 % menyatakan tokoh tokoh yang tidak menjadi tokoh sentral di parpol atau bukan anggota parpol akan kesulitan untuk mendapat dukungan atau diusung parpol.

Sementara itu, dari hasil penelitian terhadap 2.010 responden didapati preferensi publik terhadap nama nama bakal calon presiden, dengan menggunakan pertanyaan semi terbuka  dengan pertanyaan mana tokoh mana yang akan dipilih jika Pilpres digelar hari ini. Ini yang didasarkan pada prestasi & track record para tokoh yang bakal diusung parpol yang kinerjanya dirasakan oleh masyarakat disaat pandemi Covid-19, maka hasilnya tokoh tokoh tersebut memiliki tingkat keterpilihan.

#”irlangga dipilih oleh 17,1%, Ganjar Pranowo 16,2 %, Prabowo Subianto 14,2%, Gatot Nurmantyo 6,8%, Puan Maharani 6,2%, Sri Mulyani 4,3%, Gibran Rakabuming Raka 4,1%, Anies Baswedan 3,2%, Agus Harimurti Yudhoyono 3,2%, Muhaimin Iskandar 3,1%, Sandiaga Uno 2,9%, Erick Thohir 2,8% dan yang tidak memilih 15,9%,” jelasnya.

Dari hasil penelitian terhadap 2.010 responden didapati preferensi publik terhadap nama nama bakal calon presiden, dengan menggunakan pertanyaan tertutup dengan menyodorkan nama nama tokoh dengan  pertanyaan tokoh mana yang akan dipilih jika Pilpres digelar hari ini, yang didasarkan pada prestasi dan track record para tokoh yang bakal diusung parpol yang kinerjanya dirasakan oleh masyarakat disaat pandemi Covid-19.

“Maka hasilnya yang sangat menarik dari temuan penelitian ini terkait preferensi publik terhadap tokoh bakal calon presiden pada pilpres 2024 kinerja dan prestasi tokoh, berbanding lurus dengan preferensi publik dalam memilih sosok presiden 2024 hal ini yang menyebabkan elektabilitas Airlangga Hartarto yang tertinggi mencapai 18,4%, dimana kinerja dan prestasi Airlangga dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua penanggulangan Covid 19 dan pemulihan ekonomi memberikan dampak yang positif terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat disaat pandemi Covid-19," terang Dwi.

Begitu juga dengan Ganjar Pranowo yang rajin turun ke bawah langsung melakukan penanggulangan Covid-19, dan kerja kerja program pemprov Jateng dan kerja kerja relawan Ganjar Pranowo for presiden yang banyak di upload di media sosial, memberikan dampak tingginya elektabilitas Ganjar Pranowo hingga 18,1%.

Sementara Prabowo Subianto masih menjadi pilihan pemilih yang loyal kepada Prabowo dan Partai Gerindra dengan tingkat keterpilihan 14,7%, ini juga modal yang sangat cukup bagi Prabowo karena relawan Prabowo belum bergerak dan Prabowo sendiri belum turun ke bawah hanya fokus dengan tugasnya sebagai Menteri Pertahanan.

 

196