Home Nasional Gunung Semeru Meletus, 10 Warga Curah Kobokan Sulit Dievakuasi

Gunung Semeru Meletus, 10 Warga Curah Kobokan Sulit Dievakuasi

722

Jakarta, Gatra.com – Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan, masih ada 10 orang warga di Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, belum dievakuasi pascaterjadi letusan Gunung Semeru sore tadi.

“Kira-kira 1 jam yag lalu, masih ada sekitar 10 orang yag masih belum bisa dievakuasi karena lokasinya agak sulit,” kata Indah dalam konferensi pers virtual yang dilakukan BNPB pada Sabtu malam (4/12).

Menurut Indah, evakuasi yang dilakukan petugas berjalan lamban karena mobil tidak bisa masuk ke lokasi, yakni Curah Kobokan, dikarenakan lumpur setinggi hampir sampai lutut kaki.

“Kami juga dibatu oleh komunitas Jeep tega sampai dengan saat ini masih proses evakuasi mudah-mudahan yang sisa ini segera kita terevakuasi,” ungkapnya.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)?, Abdul Muhari, mengatakan, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (4/12), pukul 15.20 WIB.

Kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.

Pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang. Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Sebagai respons cepat dari adanya kejadian guguran awan panas tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan para penambang untuk tidak beraktivitas di sepajang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mujur dan Curah Kobokan.

Anggota BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya segera menuju lokasi kejadian di sektor Candipuro-Pronojiwo untuk melakukan pemantauan, kaji cepat, pendataan, evakuasi dan tindakan lainnya yang dianggap perlu dalam penanganan darurat.

Tim BPBD Kabupaten Lumajang saat ini tengah mengupayakan untuk mendirikan titik pengungsian sektoral di Lapangan Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS