Home Internasional Retno dan Blinken Bahas Krisis Afghanistan-Myanmar

Retno dan Blinken Bahas Krisis Afghanistan-Myanmar

Jakarta, Gatra.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, menerima kunjungan Menlu Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, di Gedung Pancasila, Jakarta, pada Selasa, (14/12).

Dalam agenda tersebut, keduanya membahas isu-isu bilateral. Isu-isu tersebut meliputi kerja sama di bidang pertahanan, perdagangan dan ekonomi, kesehatan yang terkait dengan pandemi Covid-19, hingga pendidikan.

Tak hanya isu bilateral, keduanya juga berdiskusi soal isu kawasan dan global. Isu-isu tersebut meliputi Presidensi G20 di Indonesia tahun depan, krisis kemanusiaan di Afghanistan dan Myanmar, dan kerja sama mengenai stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

“Pertama, Indonesia sangat menghargai dukungan AS terhadap keketuaan Indonesia di G20,” kata Retno dalam pernyataannya selepas berdialog dengan Blinken.

Untuk Presidensi G20 tahun depan, Indonesia mendorong AS agar dapat menjadi salah satu mitra penting dalam kerja sama konkret yang dapat ditawarkan kepada negara berkembang di G20.

Selain itu, keduanya juga bertukar pikiran mengenai situasi terkini di Afghanistan. “Saya sampaikan rencana Indonesia meningkatkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan,” kata Retno.

Retno juga menyebut bahwa Indonesia juga aktif dalam OKI dan juga menjadi inisiator pelaksanaan pertemuan para Menlu OKI yang akan membahas bantuan kemanusiaan yang dalam waktu dekat akan dihelat di Islamabad, Pakistan.

Masih soal krisis kemanusiaan di Afghanistan, Retno menegaskan bahwa Indonesia masih akan tetap memperjuangkan isu-isu perempuan Afghanistan. Ia mengatakan bahwa isu ini merupakan salah satu prioritas kerja sama antara Indonesai dengan negara tersebut.

Ketiga, keduanya juga berdialog mengenai krisis di Myanmar. Indonesia menghargai dukungan AS terhadap impelementasi Five Points Consensus ASEAN. Retno menyebut Indonesia akan terus berkontribusi untuk mengembalikan demokrasi di Myanmar melalui dialog inklusif sesuai dengan Five Points Consensus.

“Indonesia juga akan melanjutkan memberikan perhatian terhadap bantuan kemanusiaan terhadap rakyat Myanmar,” kata Retno.

Isu kawasan yang dibahas oleh keduanya adalah soal kerja sama Indo-Pasifik. ASEAN telah memiliki ASEAN Outlook on the Indo-Pacific yang memiliki empat prioritas kerja sama.

Retno menyebut bahwa ini saatnya bagi ASEAN untuk mengimplementasikan empat kerja sama tersebut dengan mitra eksternalnya secara inklusif. Kerja sama konkret yang saling menguntungkan, katanya, akan memberikan kontribusi pada pencapaian stabilitas dan perdamaian di Indo-Pasifik.

“Indonesia berharap AS bisa menjadi mitra kerja sama konkret dalam impelementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific,” kata Retno.

190