Home Internasional Taliban Kembalikan Hak Kaum Minoritas Hindu dan Sikh di Afganistan

Taliban Kembalikan Hak Kaum Minoritas Hindu dan Sikh di Afganistan

Kabul, Gatra.com - Taliban telah memulai proses pengembalian tanah dan rumah yang dirampas oleh rezim terdahulu kepada kelompok umat Hindu dan Sikh yang terpaksa mengungsi selama konflik berkepanjangan di Afghanistan.

Kepala kantor politik Taliban, Suhail Shaheen mengatakan pihaknya telah membentuk komisi khusus di bawah Menteri Kehakiman untuk memfasilitasi kembalinya kelompok minoritas di negara itu.

Suhail menyinggung kembalinya Narender Singh Khalsa baru-baru ini, seorang anggota terkemuka komunitas Sikh Afghanistan dan mantan anggota parlemen nasional yang dibubarkan oleh Taliban. Khalsa dievakuasi dari Kabul oleh Angkatan Udara India pada Agustus 2021. Dia awalnya mengungsi di Kanada, tetapi baru-baru ini kembali ke Afghanistan menyusul inisiatif yang dibuat Taliban.

Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul pada tahun 2021 selama tahap akhir penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari negara tersebut. Namun, pemerintahan baru Afghanistan tidak diakui secara resmi oleh negara mana pun. PBB juga tidak mengakui otoritas kelompok tersebut atas Afghanistan.

Pada bulan Februari, Taliban memboikot konferensi yang disponsori PBB di Qatar, dan bersikeras bahwa delegasi mereka harus diakui sebagai satu-satunya perwakilan Afghanistan.

Sikh dan Hindu, yang asal usulnya berasal dari India, secara historis mewakili sekitar 1% populasi Afghanistan. Namun, mereka terpaksa mengungsi pada tahun 1970an dan 1980an di tengah kekacauan politik dan perang Soviet-Afghanistan. Sejumlah besar penganut Sikh dan Hindu juga meninggalkan Afghanistan setelah Taliban menggulingkan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani.

Tahun lalu, sebuah laporan di Radio Free Europe atau Radio Liberty yang didanai negara AS mengklaim bahwa umat Sikh dan Hindu telah menghadapi pembatasan yang ketat sejak pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

Laporan tersebut menyatakan bahwa penampilan mereka diawasi dan mereka dilarang merayakan hari raya keagamaan, sehingga menyebabkan beberapa orang meninggalkan negara tersebut.

Pada tahun 2018, setidaknya ada 19 orang yang sebagian besar adalah warga Sikh, tewas dalam serangan bunuh diri di Jalalabad. ISIS-K di Provinsi Khorasan, cabang kelompok teroris ISIS di Afghanistan, mengaku bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

Meskipun India tidak mengakui pemerintahan Taliban, New Delhi membangun kembali kehadiran diplomatiknya di Kabul pada Juni 2022 dengan mengerahkan tim teknis di kedutaan besarnya.

Pada bulan Januari, delegasi India berpartisipasi dalam pertemuan ‘Inisiatif Kerjasama Regional’ di Kabul yang diadakan oleh Taliban. Pada bulan Maret, diplomat senior India JP Singh mengadakan pembicaraan dengan penjabat menteri luar negeri Taliban Amir Khan Muttaqi.

Kedua belah pihak membahas keamanan, perdagangan dan cara-cara untuk melawan perdagangan narkoba. Singh juga mencatat minat India dalam memperluas kerja sama ekonomi dengan Afghanistan, dan meningkatkan perdagangan melalui pelabuhan Chabahar.

166