Home Kebencanaan Korban Bencana Alam Dapat Tali Asih di Akhir Tahun

Korban Bencana Alam Dapat Tali Asih di Akhir Tahun

Karanganyar, Gatra.com - Setelah menunggu berbulan-bulan, akhirnya korban bencana alam di Kabupaten Karanganyar menerima tali asih. Besarannya bervariasi tergantung tingkat kerusakan hunian skala ringan, sedang dan berat.

Untuk hunian rusak berat, tali asih diberikan kepada 38 keluarga masing-masing Rp5 juta. Rusak sedang ke 43 keluarga masing-masing berhak Rp3 juta dan rusak ringan ke 36 keluarga masing-masing Rp1,5 juta.

Pemkab Karanganyar memberikannya sebagai bentuk keprihatinan atas kerusakan hunian akibat bencana alam. Dalam hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memiliki data kejadiannya, yakni yang terjadi mulai Desember 2020-September 2021.

"Kejadian bencana alam seperti angin ribut dan tanah longsor yang merusak hunian warga. Ada spesifikasi kerusakan ringan, sedang dan berat. Saya yakin hunian yang rusak sudah diperbaiki mandiri. Namun uang ini bisa dipakai membeli kebutuhan bermanfaat," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Bagoes Darmadi, Jumat (24/12).

117 sasaran tersebut tersebar di 50 desa di 17 kecamatan. Uang tali asih diambil penerima secara tunai di pendopo rumah dinas bupati Karanganyar. Bagi mereka yang tidak dapat mengambil sendiri dapat diwakilkan dengan terlebih dulu mengurus surat kuasa.

Bagoes mengatakan, pemberian tali asih bagi pemilik hunian rusak akibat bencana alam merupakan program rutin. Pada tahun ini menghabiskan dana Rp369,5 juta.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengaku turut prihatin atas musibah yang dialami warga. Bupati juga meminta agar dana bantuan dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Ini bentuk perhatian pemerintah kepada warga yang terdampak bencana dan kebakaran. Semoga sedikit membantu dan digunakan dengan baik,” katanya.

Ia tak menampik pemberian tali asih mendekati akhir tahun. Hal itu dikarenakan butuh waktu menyelesaikan administratif bantuan.

Dalam kesempatan itu Bupati juga berpesan agar meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya intensitas curah hujan. Karena bencana tanah longsor dan angin kencang masih mengancam. “ Tingkatkan kewaspdaan dan jaga selalu kesehatan,” pesannya.

1238