Home Pendidikan Yogyakarta Gelar PTM 100 Persen Minggu Depan

Yogyakarta Gelar PTM 100 Persen Minggu Depan

Yogyakarta, Gatra.com - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdkpora) Daerah Istimewa Yogyakarta melalui surat edaran (SE) memutuskan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi seluruh siswa mulai minggu depan. 
 
"Minggu ini atau awal semester genap kita menerapkan kuota 50 persen dari kapasitas. Ini langkah evaluasi mengingat pasca-libur panjang banyak siswa ke luar kota dan wisatawan berlibur ke DIY," kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora DIY, Isti Triasih, Senin (3/1). 
 
Sesuai surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, mulai semester genap tahun ajaran 2021/ 2022, PTM terbatas bakal diperluas dengan mengizinkan seluruh siswa datang ke sekolah. Durasi pembelajaran dibatasi maksimal enam jam. "Kita harus berhati-hati. Jika evaluasi hasilnya baik, kita lanjutkan minggu depan 100 persen," tegasnya. 
 
Isti menyatakan telah memastikan seluruh sekolah di DIY siap menerapkan prokes dan adaptasi kebiasaan baru. Dalam penyelenggaraan PTM, Isti mengatakan masalah kesehatan menjadi perhatian utama semua pihak.
 
Dalam SE yang diterbitkan 31 Desember 2021, Disdikpora memberikan banyak persyaratan bagi sekolah dalam menggelar PTM sesuai kalender akademik. Antara lain seluruh guru sudah divaksin, pembelajaran dengan sistem campuran luring dan daring, kantin dilarang buka, dan penanggungjawab untuk sekolah berasrama wajib mengantisipasi penularan. 
 
"Kita juga meminta lima menit sebelum pembelajaran berakhir, diselenggarakan gerakan pemaknaan pembelajaran filosofi nilai-nilai karakter dan budaya Yogyakarta yaitu hamemayu hayuning bawono, harmoni, humanisme, jalma kang utama, dan watak satriya," kata Isti.
 
Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori menyatakan pada hari pertama semester genap, siswa SD dan SMP yang diperbolehkan hadir sebanyak 66 persen dari kapasitas. 
 
"Kehadiran 100 persen akan dilakukan bertahap. Sosialisasi tentang PTM terbatas terus disampaikan ke masyarakat. Sampai siang ini belum ada laporan mengenai adanya permasalahan di sekolah," katanya.
 
Adapun Kepala SMAN 1 Sewon, Kabupaten Bantul, Yati Utami Purwaningsih, menjelaskan proses dan tahapan PTM terbatas di sekolahnya berjalan lancar. Pada hari pertama, kondisi sekolah kondusif.
 
"Anak-anak tampak baik dalam menjalankan kebiasaan baru dan mematuhi protokol kesehatan. Sudah bagus. Mereka juga tidak berkerumun," jelasnya.
 
Sesuai SE Disdikpora, Yati menjelaskan sekolah tersebut membatasi murid 50 persen di minggu pertama, kemudian mulai minggu depan baru masuk 100 persen. SMAN 1 Sewon dinilai siap menjalani PTM penuh karena sekolah itu melaksanakan uji coba PTM sejak September lalu.
86