Home Internasional Inggris Kerahkan Militer Bantu Staf COVID-19 di Rumah Sakit

Inggris Kerahkan Militer Bantu Staf COVID-19 di Rumah Sakit

London, Gatra.com - Kementerian Pertahanan Inggris pada hari Jumat mengatakan bahwa mereka telah memulai pengerahan militer untuk mendukung rumah sakit yang mengalami kekurangan staf dan tekanan ekstrim akibat rekor peningkatan kasus COVID-19.

Reuters, Jumat (7/1) melaporkan, pemerintah mengatakan bahwa 200 personel Angkatan Bersenjata telah disediakan untuk mendukung Layanan Kesehatan Nasional (NHS), di London selama tiga minggu ke depan.

Inggris mencatat lonjakan kasus virus corona karena varian omicron dan telah melaporkan lebih dari 150.000 kasus baru setiap hari, selama seminggu terakhir.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan bahwa Inggris dapat menahan lonjakan tanpa batasan baru berkat vaksinasi dan tingkat keparahan varian yang lebih rendah, meski tetap memperingatkan beberapa minggu ke depan, karena kepegawaian terganggu akibat orang mengasingkan diri.

Pemerintah juga telah mengerahkan angkatan bersenjata untuk membantu program pengujian dan vaksinasi COVID-19.

“Sekali lagi mereka melangkah untuk membantu pekerja NHS yang bekerja sepanjang waktu di seluruh ibu kota, membantu layanan kesehatan melalui periode musim dingin yang sulit ini, di mana kebutuhannya paling besar,” kata menteri kesehatan, Sajid Javid.

Inggris telah melaporkan hampir 150.000 kematian akibat COVID-19, dan, dua tahun menjadi pandemi. Layanan kesehatan yang dikelola negara sudah menghadapi krisis moral dan staf, bahkan sebelum lonjakan omicron baru-baru ini, sebagaimana sebuah laporan dari anggota parlemen yang diterbitkan pada hari Kamis.

Laporan itu mengatakan bahwa krisis kepegawaian dapat menggagalkan upaya untuk mengejar rekor daftar tunggu bagi perawatan elektif, yang disebabkan gangguan COVID-19.

Chaand Nagpaul, Ketua Dewan Asosiasi Medis Inggris, mengatakan bahwa ada peningkatan tingkat ketidakhadiran staf yang belum pernah terjadi sebelumnya di NHS.

“Meskipun pemerintah telah menggunakan tentara untuk membantu di London, jangan lupa bahwa kita sebenarnya memiliki masalah nasional saat ini,” kata Nagpaul kepada Sky News.

“Ini adalah masalah nasional dan kami belum pernah mengetahui tingkat ketidakhadiran staf ini sebelumnya,” tambahnya.

76