Home Sumbagsel BMKG Minta Masyarakat Sumsel Waspada Potensi Curah Hujan Tinggi

BMKG Minta Masyarakat Sumsel Waspada Potensi Curah Hujan Tinggi

Palembang, Gatra.com - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Palembang, menyebutkan peluang curah hujan tinggi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hingga kini masih ada.

Kepala Stasiun Klimatologi Palembang, Wandayantolis, mengatakan peluang potensi tersebut di Sumsel terutama pada wilayah Musi Rawas Utara, Musi Rawas dan OKU Selatan.

“Karena itu, kita mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai dampak turunan dari curah hujan tinggi itu. Selain itu, juga selalu membersihkan dan menjaga lingkungan sekitar,” ujarnya, Kamis (13/1).

Menurutnya, pada dasarian II Januari 2022 ini, diprakirakan terjadi hujan dengan kategori menengah (50-150 mm/dasarian) di sebagian besar wilayah Sumsel dengan peluang lebih dari 80 persen. Kemudian, terdapat potensi hujan dengan kategori tinggi (150-300 mm/dasarian) di Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Lubuk Linggau, Muara Enim bagian barat, Lahat bagian utara, Empat Lawang bagian barat dan OKU Selatan bagian timur dengan peluang hingga 30 persen.

Untuk kondisi iklim Sumsel, sambungnya, curah hujan di wilayah Sumsel pada dasarian I Januari 2021 umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi yaitu 51-300 mm, kecuali di sebagian kecil Kabupaten Empat Lawang dan Lahat. Sedangkan curah hujan tertinggi di Pos Hujan Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas dengan jumlah curah hujan 247.0 mm.

Menurutnya, sifat hujan pada dasarian I Desember 2021 di wilayah Sumsel didominasi Sifat Hujan Atas Normal (AN). Sifat hujan Bawah Normal terjadi di sebagian besar Kabupten Empat Lawang, Lahat, sebagian OKU, sebagian OKU Timur dan sebagian kecil Musi Banyuasin.

“Monitoring hari tanpa hujan berturut-turut menunjukkan hampir seluruh wilayah di Sumsel masih terjadi hujan hingga saat pemutakhiran data. Lalu, sebagian Muba, sebagian kecil Palembang, sebagian OKI dan sebagian OKU Selatan mengalami hari tanpa hujan dengan kategori sangat pendek (1 hingga 5 hari). Kondisi hari tanpa hujan terpanjang terjadi di Pos Hujan Kasmaran, Pos Hujan Sekayu dan Pos Hujan Sri Gunung, Kabuapeten Muba (tiga hari),” katanya.

Sementara untuk kondisi dinamika atmosfer, lanjutnya, Indeks ENSO dasarian I Januari 2022 menunjukkan ENSO dalam kondisi La Nina. “BMKG sendiri memprakirakan kondisi ENSO La Nina Lemah hingga Moderat masih akan berlangsung hingga Juli 2022 mendatang,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk Indeks Dipole Mode menunjukkan kondisi IOD Netral dan diprakirakan akan netral setidaknya hingga Juni 2022 mendatang. Aliran massa udara di wilayah Indonesia masih didominasi angin baratan.

“Prediksi anomali OLR secara spasial menunjukkan potensi pertumbuhan awan relatif basah dibanding biasanya terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia hingga dasarian II Januari 2022,” katanya.

1049