Home INFO POLRI Satgas Pangan Polri: Stok dan Harga Pangan Aman Jelang Ramadan

Satgas Pangan Polri: Stok dan Harga Pangan Aman Jelang Ramadan

Jakarta, Gatra.com – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri melakukan sejumlah langkah atau upaya untuk memastikan stok dan harga pangan, termasuk minyak goreng aman atau terkendali jelang Ramadan 1443 Hijriah/2022 Masehi.

Kepala Satgas Pangan Polri, Irjen Pol. Helmy Santika, kepada wartawan pada Sabtu (26/3), menyampaikan, beberapa upaya telah dilakukan untuk mencegah penyimpangan distribusi dan alokasi pangan, termasuk minyak goreng akibat adanya disparitas harga antara produk curah dan kemasan.

Untuk minyak goreng, lanjut Helmy, Harga Ecerat Tetinggi (HET) minyak goreng curah Rp14.00 per liter atau Rp15.000 per Kg cukup jauh di bawah Harga Acuan Keekonomian (HAK).

“Disparitas harga yang cukup besar ini tentunya rawan terjadi penyimpangan distribusi dan alokasi. Untuk itu, Satgas Pangan Polri melakukan langkah-langkah pencegahan,” katanya.

Beberapa langkah atau upaya yang dilakukan Satgas Pangan Polri, yakni melaksanakan kegiatan monitoring produksi dan distribusi minyak goreng curah. “Pendistribusian harus terpantau dengan jelas dan diawasi oleh lembaga terkait,” ujarnya.

Satgas Pangan Polri melibatkan berbagai elemen di Koprs Bhayangkara untuk memonitor harga dan stok pangan hingga tingkat paling bawah. “Atas arahan Bapak Kapolri, Bhabinkamtibmas di kewilayahan dilibatkan dalam monitoring di lapangan,” ujarnya.

Kemudian, lanjut jenderal bintang dua ini, Satgas Pangan Polri juga melakukan penelusuran atau tracking alur pendistribusian minyak goreng curah dari proses produksi hingga pendistribusian sampai konsumen atau end user.

“Kemudian, memberikan imbauan dan informasi terkait HET minyak goreng curah untuk kebutuhan masyarakat,” katanya.

Pria yang juga menjabat Staf Ahli Kapolri Bidang Manajemen ini, menyampaikan bahwa saat ini ketersediaan minyak goreng masih terjamin dan mencukupi kebutuhan nasional.

Sedangkan soal kenaikan harga minyak goreng yang terjadi belakangan ini, Helmy menyampaikan, ini lebih disebabkan oleh naiknya harga minyak mentah kelapa sawit atau Crud Palm Oil (CPO) yang merupakan bahan baku minyak goreng.

“Kenaikan harga juga dialami beberapa komoditas lain yang pemenuhannya sebagian besar masih tergantung impor, seperti kedelai, gula, dan daging sapi,” ujarnya.

Menurutnya, untuk membantu pemerintah mengendalikan harga dan menjamin pasokan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri, Kapolri sudah menginstruksikan seluruh Kapolda agar jajarannya turun ke lapangan melakukan pengecekan langsung tentang ketersediaan atau stok dan distribusi bahan pokok di wilayah masing-masing.

“Polda dan jajaran agar melakukan langkah-langkah antisipatif segera bila ditemukan ada komoditas yang terganggu pasokan maupun ketersediaannya, bersama-sama dengan instansi terkait,” ujarnya.